“Ini menunjukkan bahwa praktik GCG di Pertamina secara group solid dan Pertamina dipandang bagus untuk mendapat kepercayaan dari stakeholders dan investor,” tutur Emma.
Baca Juga: Kerja Keras Pertamina dari Hulu ke Hilir Dorong Swasembada Energi
Di tengah tantangan global, Emma menekankan komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan modal kerja (capital expenditure/capex) secara berkelanjutan.
"Dilihat dari rasio keuangan justru terjadi perbaikan. Kalau kita lihat dari realisasi capex 2024 meningkat 4,3 persen dibandingkan tahun 2023, karena Pertamina berkomitmen harus tumbuh berkelanjutan,” tandasnya.
Pertamina juga mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional yang memberikan peringkat kredit level investasi dengan outlook stabil.
Hal ini mencerminkan kekuatan kinerja keuangan dan operasional Pertamina, yang tak lepas dari sinergi antara Holding dan Subholding serta dukungan dari pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa Pertamina juga menjadi BUMN dengan penyerapan TKDN terbesar di Indonesia, yaitu senilai Rp415 triliun.
“Serapan belanja dalam negeri menjadi komitmen Pertamina dalam mendukung perekonomian, terutama usaha lokal sebagai tulang punggung ekonomi agar terus berkembang dan maju,” ujar Fadjar.***