"Diharapkan angka tersebut dapat ditingkatkan guna menjaga ketahanan suplai migas untuk kebutuhan dalam negeri,” ungkap Fadjar.
Dalam aspek keberlanjutan, PHE mencatatkan pengurangan emisi karbon sebesar 1.186,87 kiloton setara CO₂ (KTon CO₂e) melalui program dekarbonisasi sepanjang 2024.
Baca Juga: Kesepakatan Berlanjut, PHE ONWJ Akan Pasok Gas ke Refinery Unit VI Balongan Sampai 2029
Komitmen ini turut mengantarkan PHE memperoleh provisional rating ESG BBB dari lembaga pemeringkat internasional MSCI ESG.
Sejumlah penghargaan juga diraih PHE atas kinerjanya dalam pengelolaan lingkungan, antara lain 12 PROPER Emas, 19 PROPER Hijau, dan 4 PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dalam hal tata kelola perusahaan, PHE mencatatkan skor 86,29 dalam asesmen Good Corporate Governance (GCG) tahun buku 2024, dengan kategori “sangat baik”.
Baca Juga: Konsorsium PHE, Petronas, dan SK Earthon Teken PSC WK Binaiya di Ajang IPA ke-49
Penilaian ini menjadi bagian dari upaya PHE dalam mengevaluasi dan meningkatkan pelaksanaan tata kelola perusahaan secara menyeluruh.
PHE juga aktif mendukung program pemerintah dalam peningkatan kapasitas nasional melalui penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Sepanjang 2024, realisasi TKDN untuk barang dan jasa Subholding Upstream Pertamina tercatat sebesar 61,06 persen, meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar 60,19 persen.
Baca Juga: Dorong Swasembada Energi Nasional, PHE Pacu Produksi Gas Bumi di Wilayah Indonesia Timur
Dengan serangkaian capaian positif tersebut, PHE menunjukkan peran strategisnya dalam menopang sektor energi nasional dan memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.***