Kabar BUMN — Laut tidak hanya menjadi sumber pangan dan kehidupan, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata untuk Indonesia.
Gagasan ini dituangkan oleh Direktur Infrastruktur PT Perikanan Indonesia, Muhammad Rizali Umarella, melalui bukunya yang berjudul “Dari Laut untuk Manusia”.
Karya tersebut mengangkat kegembiraan, kebebasan dan potensi keberlanjutan wisata petualangan bahari di pulau-pulau kecil.
Baca Juga: 6 Tips Memilih Hotel Ramah Anak untuk Staycation Bersama Keluarga
Menurut Rizali, wisata berbasis laut merupakan primadona dalam sektor pariwisata alam.
Pertumbuhannya bahkan tercatat sebagai yang tercepat dibandingkan dengan jenis wisata lainnya.
Salah satu aktivitas favorit yang banyak diminati wisatawan adalah menyelam atau diving, untuk menjelajahi pesona dunia bawah laut yang memukau.
Dengan potensi sebesar itu, tak heran bila pemerintah menetapkan wisata bahari sebagai salah satu prioritas utama dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011.
Rizali menyebutnya sebagai sebuah ajakan terbuka bagi semua pihak untuk turut mengembangkan kekayaan bahari yang ada.
“PT Perikanan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memajukan bisnis kelautan dan perikanan melalui wisata bahari," katanya dalam peluncuran Buku “Dari Laut untuk Manusia”, Selasa, (17/06/2025), di Jakarta.
Baca Juga: Tempat Makan dengan Harga Murah di Kawasan Shibuya, Tokyo, untuk yang Perlu Hemat
"Apalagi kita memiliki cabang seperti Ambon dan Bitung, bahkan Muara Baru Jakarta yang mampu disulap sebagai destinasi wisata bahari,” tambahnya.
Menurut Rizali, konsep laut ada di belakang harus diubah. Pasalnya, sesuatu yang di belakang identik dengan sampah, jemuran atau gudang.
Perspektif manusia harus diubah jika laut ada di depan, laut merupakan masa depan dan laut menuntun kita untuk kedaulatan pangan.