"Pelatihan Bahasa Inggris Pariwisata ini merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen kami untuk memastikan bahwa masyarakat desa penyangga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem pariwisata yang sedang tumbuh di kawasan ini," jelasnya.
Sebagai pengembang dan pengelola kawasan The Golo Mori, ITDC tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menaruh perhatian besar terhadap pemberdayaan masyarakat desa penyangga.
Melalui pelatihan ini, ITDC berharap peserta memiliki kepercayaan diri dan kemampuan praktis dalam berinteraksi dengan wisatawan mancanegara yang semakin banyak berkunjung ke wilayah Golo Mori.
"Pelatihan ini kami rancang sebagai bekal awal bagi masyarakat agar mampu menjadi duta pariwisata lokal yang ramah, profesional, dan memiliki daya saing.
Baca Juga: 4 Hotel Tertua di Jakarta, Masih Beroperasi dengan Mempertahankan Sebagian Bentuk Pertamanya
"Semoga pelatihan ini dapat menjadi titik awal dari peningkatan kualitas pelayanan wisata di Desa Golo Mori kedepannya," tambahnya.
Program ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen ITDC dalam menghadirkan manfaat langsung dari pengembangan kawasan pariwisata terhadap masyarakat sekitar, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan inklusif.***