rilis-bumn

Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp1,4 Triliun, Selektif Pilih Proyek

Kamis, 19 Juni 2025 | 11:00 WIB
Dengan total kontrak baru mencapai Rp1,4 triliun, Waskita Karya menunjukkan strategi selektif demi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Seperti diketahui, pada tahun lalu Perseroan sudah mendapat persetujuan dari 22 kreditur perbankan Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) 2021 dengan nilai outstanding sebesar Rp31,65 triliun.

Baca Juga: Air Bersih Mengalir ke Rumah Warga Sragen, Pertamina dan Seruni Jadi Penggeraknya

"Pada Oktober 2024, usulan restrukturisasi MRA terbaru itu sudah dinyatakan efektif. Dengan begitu, Perseroan sekarang memiliki fleksibilitas atas skema cash waterfall dan pengelolaan kas yang dimiliki, sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan lebih lancar, termasuk dalam memenuhi
kewajiban perpajakan dan utang vendor," tutur dia.

Selama 2024, lanjutnya, Waskita telah merealisasikan pembayaran pajak sebesar Rp2,9 triliun atau naik 116,05 persen secara year on year (yoy).

Sementara utang vendor past due sejak 2022 telah turun hingga 84 persen dari Rp2,1 triliun menjadi Rp340 miliar pada kuartal I 2025.

Baca Juga: Sea World Ancol Suguhkan Pengalaman Unik, Ikan Hiu Diberi Makan Langsung di Depan Mata!

"Kemudian sejak MRA efektif, total utang Waskita secara keseluruhan turun 18,8 persen dari Rp84 triliun menjadi Rp68,14 triliun pada kuartal pertama tahun ini," jelas Wiwi.

Perseroan, tegas dia, berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban keuangan kepada seluruh kreditur.

Ke depannya, lanjut Wiwi, Waskita akan fokus menjalankan transformasi perusahaan demi meningkatkan kinerja.

Baca Juga: Telkom Mantapkan Langkah sebagai Penggerak Ekosistem Digital Kelas Dunia

Ia menyebutkan, transformasi itu fokus pada beberapa hal, mencakup stabilitas keuangan melalui restrukturisasi yang sedang berjalan, kembali pada core business sebagai kontrak murni dan menghindari berbagai proyek investasi, memperkuat tata kelola yang baik secara menyeluruh, serta peningkatan kompetensi human resources melalui sertifikasi pegawai.

"Kami terus berupaya melakukan semua transformasi tersebut, agar Waskita dapat melanjutkan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Kemudian mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara," tuturnya.***

Halaman:

Tags

Terkini