“Kami mendorong seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini secara maksimal. Dua fokus utama kami adalah peningkatan provitas dan kualitas, terutama dalam produksi benih padi bersertifikat dan benih sumber,” ungkap Agustinus.
Baca Juga: Liburan Sekolah Hemat di Wonogiri, Bisa Kunjungi 5 Tempat Wisata Alamnya yang Memukau
Sementara itu, Dias Agriana menyatakan bahwa mutu tidak hanya menjadi urusan teknis, tetapi juga aspek strategis dalam membangun reputasi perusahaan.
“Dengan standar mutu yang terjaga, kami menjaga kepercayaan petani, memperkuat posisi pasar, dan mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Dias.
Senada dengan hal tersebut, Eko Priyo Santoso, Manager QC & ISO Benih Budidaya Sukamandi, menekankan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari proses continuous improvement.
Baca Juga: Pertamina Drilling Selenggarakan Uji Emisi Kendaraan dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup 2025
“Dengan memahami prinsip ISO 9001:2015, tim kerja dapat bekerja lebih sistematis, efisien, dan berorientasi pada hasil nyata. Kami ingin menjadikan sistem mutu sebagai budaya kerja sehari-hari,” jelasnya.
Sebagai bagian dari penguatan sistem mutu perusahaan, LSSM PT Sang Hyang Seri juga telah memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Masa berlaku sertifikat tersebut telah diperpanjang hingga tahun 2028.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Komitmen Atasi Stunting di NTT Lewat Program Mandiri Sahabat Desa
Sertifikasi ini mencakup ruang lingkup produksi, pengolahan, dan sertifikasi benih tanaman pangan dan hortikultura.
Melalui pelatihan ini, LSSM PT Sang Hyang Seri menegaskan komitmen sebagai lembaga sertifikasi internal yang kredibel, objektif, dan profesional dalam mendukung visi perusahaan sebagai produsen benih unggul yang berdaya saing tinggi dan konsisten memenuhi standar mutu nasional dan internasional.***