Kabar BUMN - PT Patra Drilling Contractor (PDC) menjalankan Program Tempesantren sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi pesantren.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal, Desa Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Indramayu.
Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PDC ini diimplementasikan melalui revitalisasi rumah produksi tempe dan pelatihan teknis produksi tempe higienis dan manajemen usaha.
Baca Juga: 3 Masjid Indonesia Masuk ke Jajaran Terbesar di Asia Tenggara, Ini 5 Daftarnya!
Corporate Secretary PDC, Ani Aryani menegaskan bahwa pesantren merupakan bagian dalam pembangunan masyarakat dan negeri.
"Karenanya PDC mendorong pengembangan usaha ekonomi produktif untuk terwujudnya pesantren yang mandiri, berdaya, dan memberdayakan,” jelasnya.
Tempesantren diinisiasi PDC disesuaikan dengan unit bisnis yang sudah dijalankan Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Komitmen Atasi Stunting di NTT Lewat Program Mandiri Sahabat Desa
Usaha produksi tempe tersebut dijalankan secara sederhana, tanpa bantuan dari pihak manapun, termasuk dari pemerintah.
“Rumah produksi tempe yang dikelola Pesantren Tarbiyatul Ath’fal mengalami keterbatasan dari segi fasilitas, higienitas, dan kapasitas produksi. Produksi tempenya bahkan belum bersertifikat halal,” imbuhnya.
Program Tempesantren fokus kepada pengembangan keterampilan kewirausahaan pesantren dan santri serta pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi berbasis pesantren.
Baca Juga: ASDP Hadirkan Diskon Tarif Ferry di 7 Rute Utama Nasional, Berlaku hingga 31 Juli 2025
Ani menjelaskan, program diawali revitalisasi rumah produksi tempe yang sudah tidak layak lagi untuk usaha, termasuk pembangunan instalasi air bersih dan sistem sanitasi dasar.
Setelahnya akan dilanjutkan dengan pelatihan teknis produksi tempe higienis dan manajemen usaha, salah satunya untuk mendapatkan sertifikat halal.