Untuk pelaksanaan program Tempesantren di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal, PDC bekerja sama dengan Rumah Zakat, terutama saat pendampingan program yang akan dilaksanakan selama tiga bulan.
Baca Juga: Implementasi Standar Global, PT Sang Hyang Seri Lakukan Pelatihan ISO 9001:2015
Public Relation Asisstant PDC, Harun mengungkapkan, target program Tempesantren adalah pesantren bisa meningkatkan pendapatan dari produksi tempe, yang selama ini menjadi sumber utama dana operasionalnya.
Target lainnya, pesantren bisa memberdayakan santri dan masyarakat sekitar di rumah produksi tempe.
“Sebagai mitra binaan PDC, Pesantren Tarbiyatul Ath’fal nantinya bisa menyalurkan hasil produksi tempenya ke unit usaha FLS (Food and Lodging Services) PDC di wilayah Indramayu dan sekitarnya,” jelas Harun.
Baca Juga: Negeri atau Swasta? Simak Tips Memilih Sekolah Terbaik untuk Anak
Untuk itu, produksi tempe tersebut harus memenuhi persyaratan dan lolos quality control (QC) pihak PDC terlebih dulu, serta telah mendapat sertifikat halal.
“Produksi tempe Pesantren Tarbiyatul Ath’fal tersebut akan diberikan label dan branding PDC sebagai tanda mitra binaan PDC , tentunya jika telah memenuhi persyaratan dan ketentuan dari perusahaan,” imbuhnya.
Dilaksanakan mulai akhir Mei 2025, program Tempesantren diestimasi akan berlangsung selama empat bulan.
Di akhir kegiatan, program akan dievaluasi untuk memastikan keberhasilan atau perlunya inovasi dan perbaikan.
“Melalui Tempesantren ini, harapannya Pesantren dapat membangun dan mengembangkan unit bisnisnya sesuai rencana bisnis yang telah disusun.
"Dan mewujudkan pesantren yang mandiri, berdaya, dan memberdayakan," tutup Harun.***