Kabar BUMN – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperluas pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di lingkungan perusahaan.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, termasuk di pabrik Tuban, Jawa Timur.
Pada November 2024, instalasi panel surya dengan kapasitas 6,4 Megawatt peak (MWp) yang dipasang di sepuluh atap gedung pabrik Tuban telah resmi beroperasi secara komersial.
Baca Juga: Implementasi Standar Global, PT Sang Hyang Seri Lakukan Pelatihan ISO 9001:2015
Fasilitas ini dikelola oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak usaha SIG, dan menjadi kontribusi besar dalam mendorong total kapasitas PLTS SIG Group naik drastis, dari hanya 0,12 MWp di 2023 menjadi 6,5 MWp.
Megawatt peak (MWp) adalah potensi maksimal pembangkitan listrik terbarukan, ketika semua daya dukung teknis terpenuhi.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra mengatakan, SIG menempatkan aspek keberlanjutan sebagai fondasi dalam menjalankan bisnis.
Baca Juga: Pertamina Hulu Indonesia Tunjukkan Performa Cemerlang di 2024, TRIR Terendah dalam 5 Tahun
Sebagai perusahaan bahan bangunan yang memanfaatkan sumber daya alam, lanjutnya, SIG memiliki komitmen kuat menjalankan praktik bisnis terbaik dalam koridor keberlanjutan dan memiliki Sustainability Roadmap 2030 sebagai acuan operasi yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.
”Konstruksi panel surya di Pabrik Tuban yang telah rampung semakin membuktikan komitmen SIG untuk menjalankan operasi bisnis yang ramah lingkungan.
"Penggunaan sumber energi alternatif ini tidak hanya membantu Perusahaan dalam mencapai target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), tetapi juga berdampak positif pada efisiensi biaya konsumsi listrik,” kata Indrieffouny Indra.
Baca Juga: Negeri atau Swasta? Simak Tips Memilih Sekolah Terbaik untuk Anak
Indrieffouny Indra menambahkan, energi surya yang dihasilkan dari PLTS di seluruh area operasi SIG pada 2024 mencapai kurang lebih 1.726 MWh.
Produksi energi surya ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan pengurangan emisi CO2 sebesar 1.450.260 kg CO2.