Kabar BUMN — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur sebagai kawasan kesehatan terintegrasi pertama di Indonesia.
KEK Sanur menggabungkan layanan medis modern dan konsep wellness kelas dunia dalam satu ekosistem yang terpadu.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan nasional sekaligus menjadikan Sanur sebagai destinasi unggulan dalam sektor health tourism internasional.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Hidup Sehat yang Perlu Dilatih Selama Akhir Pekan
KEK Sanur mulai beroperasi dengan Bali International Hospital sebagai pusat utama layanan kesehatan, didukung oleh fasilitas akomodasi premium seperti The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel – The Heritage Collection.
Kawasan ini dirancang secara menyeluruh untuk menghadirkan pengalaman layanan medis berstandar global, dilengkapi dengan pendekatan penyembuhan holistik dan nuansa budaya Bali yang kental.
Menteri BUMN Erick Thohir dalam sambutannya menyampaikan bahwa KEK Sanur adalah bagian dari transformasi Kementerian BUMN yang kini berperan sebagai Mission-Driven Regulator pasca diberlakukannya UU No. 1 Tahun 2025.
Baca Juga: Buka Peluang Magang DKV di PTPN I Regional 3, Dapat Pengalaman Langsung di Dunia Industri!
“Bapak Presiden selalu mengingatkan bahwa kita adalah bangsa besar, bangsa yang harus berdiri di atas kaki sendiri."
"Namun kenyataannya, tiap tahun sekitar 2 juta warga kita berobat ke luar negeri, menguras devisa hampir Rp150 triliun."
"Ini tantangan besar yang harus dijawab secara sistemik dan KEK Sanur adalah salah satu jawabannya,” ujar Erick dalam acara yang digelar di Bali Convention Center.
Sebagai regulator yang kini fokus pada penciptaan nilai publik dan transformasi sektor strategis, Kementerian BUMN mendorong sinergi antar-BUMN untuk mengatasi permasalahan struktural nasional.
Melalui KEK Sanur, sektor kesehatan dan pariwisata diarahkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru serta alat penguatan ketahanan nasional.