rilis-bumn

Kementerian Perindustrian Nilai SIG Layak Jadi Teladan Industri Hijau Nasional

Kamis, 26 Juni 2025 | 16:00 WIB
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza berkunjung ke Pabrik SIG di Narogong, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (23/6/2025). (Dok. SIG)

Sementara itu, Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, dalam perjalanan transformasi SIG menuju perusahaan yang mengedepankan prinsip industri hijau dan teknologi Industri 4.0.

Baca Juga: Beton Berpori SIG Hadirkan Solusi Penyerapan Air untuk Perkuat Ruang Terbuka Hijau

“Sebagai market leader di industri semen nasional, SIG memiliki visi untuk menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di Indonesia yang berorientasi terhadap pelanggan, praktik bisnis terbaik berdasarkan prinsip keberlanjutan, penciptaan nilai tambah bagi pemangku kepentingan, serta pengembangan sumber daya manusia,” ujar Indrieffouny.

Ia menegaskan, semangat keberlanjutan SIG lahir dari kesadaran bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan kebutuhan umat manusia saat ini.

Untuk itu, SIG aktif memetakan tantangan dan peluang melalui berbagai inisiatif, seperti dekarbonisasi, inovasi bahan bangunan, ekonomi sirkular, konservasi alam dan air, hingga pemberdayaan komunitas.

Baca Juga: SIG Tebar 237 Hewan Kurban di 20 Provinsi, Setara 21 Ton Daging untuk Masyarakat

“Komitmen keberlanjutan SIG diperkuat dengan strategi keberlanjutan yang meliputi penciptaan solusi inovatif dan modern, perlindungan terhadap lingkungan, dan penciptaan nilai bagi karyawan dan masyarakat.

"Ketiga pilar keberlanjutan tersebut diwujudkan melalui penerapan tata kelola yang baik dan menjunjung tinggi kepatuhan hukum, etika, dan integritas,” tegas Indrieffouny.

SIG saat ini hadir melalui berbagai merek semen terkemuka seperti Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, Thang Long, Semen Baturaja, dan Semen Merdeka.

Baca Juga: SIG Bantu Irigasi Pertanian di Tuban, Petani Kini Bisa Panen Empat Kali Setahun

Berkat strategi keberlanjutannya, emisi karbon dari produk semen SIG kini 38% lebih rendah dibandingkan dengan produk semen konvensional—baik untuk semen kantong, curah, maupun beton siap pakai.

Komitmen SIG terhadap industri hijau juga diperkuat melalui lini bisnis pengelolaan limbah ramah lingkungan Nathabumi, yang memiliki fasilitas pengolahan limbah terbesar di Asia Tenggara.

Lewat Nathabumi pula, SIG memelopori teknologi refuse-derived fuel (RDF) pertama di Indonesia yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah.

Baca Juga: Pengiriman Perdana, Jombang Salurkan 10 Ton RDF ke Pabrik SIG Tuban

Lebih jauh, SIG turut melibatkan masyarakat dalam rantai pasok perusahaan, seperti penyediaan biomassa dan pengelolaan RDF, sebagai bagian dari strategi penciptaan nilai sosial.

Halaman:

Tags

Terkini