Selain itu, InJourney Hospitality juga menginisiasi program InJourney Green, yang diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon di lingkungan operasional perusahaan sebagai bentuk kontribusi dalam menciptakan lingkungan hijau (green environment) dan mendukung target Net Zero Emission 2060.
Baca Juga: Tukar Telkomsel Poin, Rasakan Debu Sirkuit MotoGP di Austria Langsung!
Berbagai inisiatif lain dalam pilar lingkungan juga terus dikembangkan guna memperkuat kontribusi perusahaan terhadap keberlanjutan nasional.
Pada pilar sosial, InJourney Hospitality turut menunjukkan komitmennya melalui program InJourney Hospitality House, yang diselenggarakan berkolaborasi bersama InJourney Group.
Program ini difokuskan pada pemberian pelatihan bagi para pelaku pariwisata di Labuan Bajo dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata berkualitas di Indonesia, khususnya di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Baca Juga: Liburan Sekolah Makin Irit, DAMRI Kasih Voucher Diskon!
Para pelaku wisata diberikan pelatihan mencakup penguatan mindset hospitality dan service excellence dengan mengedepankan nilai-nilai keramahtamahan khas Indonesia.
Selain itu, juga terdapat program InJourney Creative House, yaitu program pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sentra UMKM Sanur untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik dalam pengembangan inovasi produk dan strategi pemasaran digital.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar, serta mendorong UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Baca Juga: Langkah Mudah Mengurangi Potensi Sampah di Laut Saat Sedang Liburan di Pantai
"InJourney Hospitality berkomitmen untuk senantiasa membangun program TJSL yang inklusif dan kolaboratif selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), menciptakan nilai bersama tidak hanya bagi stakeholder perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas dan lingkungan hidup secara berkelanjutan," tambah Dhani.
Ketua Komite Penilai TJSL & CSR Award 2025, sekaligus Founder & Chairman Indonesia Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Thendri Supriatno, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi kepada BUMN dan anak perusahaan BUMN yang telah menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan program TJSL secara holistik.
Penilaian dilakukan berdasarkan empat pilar utama SDGs, yakni pilar sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola.
Baca Juga: Langkah Mudah Mengurangi Potensi Sampah di Laut Saat Sedang Liburan di Pantai
“TJSL BUMN tidak lagi dapat dipandang sebagai program pelengkap. Ia adalah bagian integral dari strategi korporasi BUMN dalam menciptakan dampak berkelanjutan di tengah masyarakat, dari penguatan ekonomi masyarakat kecil, pelestarian lingkungan hidup, hingga kontribusi terhadap sistem hukum dan tata kelola sosial yang adil dan beradab,” ungkap Thendri.