rilis-bumn

Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai, Erick Thohir Tegaskan Komitmen BUMN untuk Hilirisasi Energi Hijau

Senin, 30 Juni 2025 | 14:30 WIB
Presiden Prabowo resmikan Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM–IBC–CBL di Karawang. (Dok. Kementerian BUMN)

Pabrik sel baterai dengan kapasitas awal 6,9 GWh ini akan dikembangkan menjadi 15 GWh dalam lima tahun dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026, untuk memenuhi kebutuhan pasar kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, baik domestik maupun ekspor.

Baca Juga: Indonesia Punya Bank Emas Sekarang, Erick Thohir: Sejarah yang Luar Biasa!

Tak hanya berdampak pada industri, proyek ini juga membuka peluang besar bagi masyarakat sekitar.

Erick menekankan bahwa proyek ini akan menciptakan 8.000 tenaga kerja langsung serta ribuan pekerjaan tidak langsung dari sektor-sektor pendukung seperti katering dan transportasi.

“Kita berbicara tentang 8.000 tenaga kerja langsung dan ribuan lapangan kerja lain secara tidak langsung, termasuk dari sektor pendukung seperti katering dan transportasi,” ujar Erick.

Baca Juga: Tiga Cruise Sandar Bersamaan, Erick Thohir: Momentum Bersejarah bagi Pelabuhan Benoa

Lebih lanjut, proyek ini juga diharapkan membawa dampak sosial ekonomi signifikan, termasuk dengan melibatkan UMKM lokal untuk mendorong pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, khususnya di Karawang dan Halmahera Timur.

Keterlibatan mitra global seperti CATL, Brunp, dan Lygend dalam pengembangan ekosistem baterai ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.

Erick menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi lompatan besar bagi daya saing Indonesia di tingkat global.

Baca Juga: Soal Program 3 Juta Rumah, Erick Thohir Pastikan Tak Ada Celah Bagi Pengembang Nakal

“Lewat ekosistem baterai kendaraan listrik ini, Indonesia akan memimpin rantai pasok global dan menjadi pusat industri hijau dunia,” ujar Erick.

Erick juga menekankan pentingnya BUMN dalam mendorong transformasi ekonomi.

Ia menyatakan bahwa BUMN tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar bagi produk luar, melainkan menjadi pemain utama dalam transisi energi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Erick Thohir Kerahkan BUMN Percepat Program 3 Juta Rumah

"BUMN dan ESDM adalah tulang punggung negara untuk mendorong hilirisasi dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Halaman:

Tags

Terkini