"Seluruh penemuan baru ini bisa berkontribusi terhadap penambahan produksi migas nasional," papar Chalid.
Baca Juga: 4 Kuliner Muara Enim, Rasanya Menggoda untuk Makan Lebih Banyak Lagi dan Lagi
Lebih lanjut Chalid mengatakan, pencapaian eksplorasi dan produksi setahun terakhir juga diimbangi dengan kinerja keuangan, dimana PHE berhasil membukukan profit sebesar USD3 miliar atau setara Rp 48-50 triliun.
"Ini menjadikan PHE kontributor utama buat Pertamina," ujarnya.
Untuk mendukung keberlanjutan energi dan program swasembada energi nasional, Subholding Upstream telah menyusun program kerja jangka panjang sesuai dengan dual growth strategy Perusahaan, yakni Maximizing Legacy Business dan Building Low Carbon Business.
"Untuk low carbon harapannya di 2029 sudah menjadi sebuah bisnis baru PHE," kata Chalid.***