Kabar BUMN – Langkah inovatif kembali ditunjukkan Pertamina melalui kerja sama antara PT Pertamina Lubricants (PTPL) dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Keduanya sukses melaksanakan injeksi perdana Surfactant PHR 24 pada 2 Juli 2025 di lapangan Balam South #353, Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional.
Direktur Utama PTPL, Werry Prayogi menegaskan bahwa langkah ini menjadi bentuk nyata kontribusi PTPL dalam sektor hulu migas, terutama di wilayah kerja PHR, dengan menyediakan bahan kimia untuk kegiatan Enhanced Oil Recovery (EOR).
Baca Juga: Undi-Undi Hepi Telkomsel Periode Juli 2025 Sudah Dimulai, Hadiahnya Semakin Fantastis
"Ini menjadikan sebuah tonggak sejarah bahwa produksi dalam negeri tidak kalah kualitasnya dengan produk-produk impor. Hal ini sebagai pembuktian PTPL juga bisa mengembangkan bisnis chemical," ujar Werry.
Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menyampaikan bahwa Pertamina terus mendorong Perwira (pekerja) untuk berinovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Salah satunya dengan mengembangkan teknologi EOR yang dinilai efektif dalam meningkatkan volume produksi migas nasional.
Baca Juga: 5 Cara yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Jajan Gorengan
"Pertamina berharap kontribusi hulu migas melalui inovasi Perwira dan kolaborasi antar entitas di Pertamina Group dapat mendukung akselerasi swasembada energi," jelas Fadjar.
Syaiful Ma'arif, Vice President S-EOR Region I PHR, mengungkapkan bahwa injeksi perdana PHR 24 di Balam South merupakan pijakan awal menuju pengembangan secara komersial yang lebih luas.
"Perwira Pertamina berhasil menemukan formula yang sangat efisien dan memungkinkan pengembangan komersial dalam skala besar," ungkap Syaiful.
Lebih lanjut, Syaiful menjelaskan bahwa formula kimia ini sangat potensial untuk diterapkan di berbagai lapangan migas lain. Keberhasilan aplikasi PHR 24 di lapangan eksisting menjadi harapan akan peningkatan produksi secara signifikan.
“Melalui ekspansi ini, selain meningkatkan produksi lifting, diharapkan ke depan dapat menekan impor bahan dari PHR 24 dan komponen bisa diproduksi di dalam negeri," terang Syaiful.