AirNav menargetkan capaian Level 4 pada asesmen IKAS tahun 2025, sebagai bukti konkret atas peningkatan keamanan siber yang berkesinambungan.
Baca Juga: Dikunjungi CPNS Kementerian PANRB, PERURI Kenalkan Peran GovTech Indonesia
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta juga mengadakan kunjungan lapangan ke fasilitas sistem otomasi ATC di JATSC guna memperdalam pemahaman teknis serta strategi perlindungan aset digital.
Sementara itu, Direktur Keamanan Siber dan Sandi TIK, Media, dan Transportasi BSSN, Nur Achmadi Salmawan, memaparkan tujuan kunjungan pihaknya adalah mengidentifikasi sistem OT yang digunakan oleh AirNav Indonesia.
Selain itu, BSSN juga ingin mengetahui vendor dan model produk kunci yang digunakan serta menilai bagaimana AirNav memahami dan menerapkan jaminan keamanan fungsional pada perangkat OT-nya.
Ia menjelaskan bahwa pelindungan terhadap Infrastruktur Informasi Vital bertujuan menjaga keberlangsungan penyelenggaraan IIV secara aman dan andal, serta mencegah dampak akibat serangan siber.
“Serta untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi insiden Siber dan mempercepat pemulihan dari dampak Insiden Siber."
"Kami berharap, melalui kerja sama ini, kita tidak hanya dapat memitigasi risiko, namun juga membangun sistem yang lebih tangguh terhadap potensi ancaman siber yang semakin canggih,” ucap Nur Achmadi.
Sebagai penutup, AirNav Indonesia mengucapkan terima kasih atas dukungan BSSN dan menyatakan keseriusannya dalam menjaga keselamatan penerbangan nasional melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Penyelenggaraan keamanan sistem navigasi penerbangan memerlukan kolaborasi yang erat dengan lembaga seperti BSSN, untuk memastikan perlindungan menyeluruh terhadap infrastruktur vital nasional."
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapan, ketangguhan, dan keandalan sistem kami dalam menjaga keselamatan penerbangan di Indonesia,” tutup Nurcahyo. ***