rilis-bumn

Pertamina Regional Indonesia Timur Borong Tiga Penghargaan AREA 2025 Berkat Komitmen pada ESG

Sabtu, 5 Juli 2025 | 08:20 WIB
Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina meraih tiga penghargaan di ajang AREA 2025. (Dok. Regional Indonesia Timur)

Keberhasilan Pertamina dalam AREA 2025 tak lepas dari program-program inovatif yang mereka jalankan di berbagai wilayah Indonesia Timur.

Baca Juga: Regional Indonesia Timur Pertahankan Capaian 4 PROPER Emas, Wujud Konsistensi Penerapan Inovasi Lingkungan dan Sosial

Di Jawa Timur, PHE WMO melalui program “Eco-Edufarming” berhasil merehabilitasi lahan kering seluas 6,7 hektare di Desa Bandangdaja, Kabupaten Bangkalan.

Dengan memanfaatkan 95,8 ton limbah ternak untuk pupuk organik dan lebih dari 6 ton cocopeat per tahun untuk irigasi hemat air, program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tapi juga sukses mengembangkan budidaya melon sistem Machida yang mampu menghasilkan lebih dari 20 buah per pohon.

Sementara itu, Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) di Sulawesi Tengah meluncurkan program “Kokolomboi Lestari” yang berfokus pada konservasi berbasis pemberdayaan masyarakat adat di Desa Leme-Leme Darat, Kabupaten Banggai Kepulauan.

Baca Juga: PEPC Regional Indonesia Timur Raih Dua Penghargaan di Asian Management Excellence Award 2025

Program ini mencakup perlindungan hak adat Togong Tanga, pemanfaatan hutan melalui apikultur, dan pengembangan eko-eduwisata minat khusus.

Tak hanya itu, hadir pula inovasi berupa mesin pasteurisasi dan vacuum cooling untuk mengolah madu hutan, mengadopsi teknologi produksi dari Central Processing Plant Pertamina EP DMF.

Di Papua Barat Daya, Pertamina EP Papua Field menjalankan program “Mata Hati Malasigi” untuk memberdayakan masyarakat rentan di Kampung Adat Malasigi, wilayah Suku Moi, Kabupaten Sorong.

Baca Juga: Regional Indonesia Timur Borong Lima Penghargaan PEEN 2024 Bidang Efisiensi Energi

Kawasan ini sebelumnya menghadapi tantangan minimnya infrastruktur dan ancaman alih fungsi lahan serta illegal logging.

Kini, masyarakat telah memiliki hak kelola atas Hutan Kampung Malasigi seluas 1.750 hektare melalui Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Belempe yang diberikan langsung oleh Presiden RI.

Wilayah hutan ini merupakan habitat penting bagi keanekaragaman hayati Papua, termasuk 5 jenis burung cenderawasih, 13 jenis mamalia, 94 jenis burung, dan 23 jenis herpetofauna.

Baca Juga: Regional Indonesia Timur Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi, Konsisten Jalankan GCG di Lingkup Perusahaan

Ketiga penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Pertamina tak hanya mengejar pertumbuhan industri energi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui praktik ESG yang konsisten dan berdampak luas.***

Halaman:

Tags

Terkini