“Saya mendukung Desa Pela sebagai Desa Konservasi dan wisata edukatif bagi keanekaragaman hayati di Kawasan Danau Mahakam, khususnya pesut mahakam, sesuai dengan Permen LH Nomor 29 tahun 2009 tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di daerah,” tambahnya.
Baca Juga: PT Agrinas Palma Nusantara Tunjuk Direksi Baru, Perkuat Arah Transformasi Perusahaan
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menjelaskan bahwa pelestarian dan pengembangan Desa Pela sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap praktik hulu migas berkelanjutan yang berlandaskan prinsip ESG.
“Di program ini, perusahaan mensinergikan aspek keanekaragaman hayati (biodiversity) dan dampak terhadap masyarakat (community impact),” jelasnya.
Lebih lanjut, Sunaryanto mengatakan bahwa inisiatif ini juga berperan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin ke-14 yang fokus pada pelestarian ekosistem laut.
Baca Juga: Isi BBM Bisa Bawa Rezeki! MyPertamina Tebar Hadiah 2025 Masih Berlangsung, Yuk Ikutan!
“Di PHI, kami menerapkan inovasi sosial dan lingkungan dalam berbagai program CSR Perusahaan, termasuk dalam program Komik Pesut Mahakam ini, sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi,” tambahnya.
Program ini terbagi ke dalam lima tahapan, yakni inisiasi, penguatan, pengembangan, replikasi, dan kemandirian dalam rentang waktu 2018 hingga 2026.
Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan antara lain pelatihan wisata, pembangunan Museum Nelayan, pengelolaan sampah, dan pembuatan peraturan desa tentang konservasi.
Baca Juga: Tetap Produktif Saat Liburan Sekolah, Ini 7 Aktivitas Seru yang Bermanfaat untuk Anak
Dalam kunjungan ini, General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, turut menyerahkan bantuan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tenaga surya kepada warga Desa Pela.
“Program Komik Pesut Mahakam adalah bukti nyata bahwa sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah dapat menghasilkan dampak yang signifikan."
"Selain konservasi spesies langka, yakni Pesut Mahakam, kami juga mendorong kemandirian masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan dan infrastruktur dasar seperti LPJU yang hari ini kami serahkan,” tutur Setyo.
Baca Juga: Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapsiagaan Tanggap Darurat di Pelabuhan
Program konservasi ini telah menorehkan berbagai prestasi bagi Desa Pela, termasuk penghargaan Kalpataru Nasional 2024, Global CSR Award 2023 di Vietnam, Responsible Business Award 2023 oleh Reuters, serta terpilihnya Desa Pela dalam program UNWTO Best Tourism Villages Upgrade Programme.