Kabar BUMN — Untuk meningkatkan peran aktif desa penyangga dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) menggandeng Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok dalam menyelenggarakan pelatihan bertajuk Manajemen Homestay dan Layanan Tamu.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, pada Sabtu (5/7) sebagai bagian dari inisiatif EDUKARSA (Edukasi & Karya untuk Masyarakat) yang mulai berjalan sejak Juni 2025.
Pelatihan tersebut ditujukan bagi warga yang memiliki hunian dengan potensi menjadi homestay, khususnya 3 hingga 5 rumah yang telah memenuhi kriteria dasar seperti struktur bangunan dan lokasi.
Baca Juga: Bukan Cuma Wonosobo, Yogyakarta Juga Punya Festival Balon Udara pada 13 Juli 2025
Materi yang disampaikan mencakup manajemen ruang inap, sistem sanitasi, teknik menerima tamu, sistem reservasi, hingga penataan interior yang mengangkat nilai-nilai lokal.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan secara langsung oleh para dosen Poltekpar Lombok, dengan dukungan mahasiswa yang turut berperan sebagai fasilitator teknis.
Wahyu M. Nugroho selaku PGS. General Manager The Mandalika menyampaikan bahwa program EDUKARSA adalah bentuk nyata komitmen antara ITDC dan Poltekpar Lombok untuk memberikan dampak positif bagi warga sekitar.
Baca Juga: PGN dan Mubadala Energy Perkuat Sinergi, Jajaki Potensi Gas dari Blok Andaman
“Kami percaya bahwa pengembangan KEK Mandalika harus sejalan dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat lokal."
"ITDC sebagai pengembang dan pengelola KEK Mandalika mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan institusi pendidikan, untuk memperkuat kompetensi masyarakat. Desa Prabu sebagai salah satu desa penyangga yang memiliki potensi besar.”
Sebelumnya, program EDUKARSA telah dimulai pada Juni 2025 dengan pelatihan pengolahan dan penyajian kuliner khas Desa Prabu.
Baca Juga: Dibuka Lowongan Magang BUMN di PG Candi Baru, Cocok untuk Pelajar Akuntansi!
Inisiatif ini akan berlanjut hingga September mendatang, dengan agenda pelatihan lainnya seperti penyusunan paket wisata berbasis potensi lokal serta pelatihan pembuatan konten digital sebagai sarana promosi destinasi.
Isdar Wahim, Ketua Tim PKM Poltekpar Lombok, menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi komunitas.