"Karena itu sangat membahayakan dan sangat mengancam keselamatan pesawat dan nyawa para penumpangnya,” tegasnya.
Baca Juga: Terobosan Baru AirNav: Simulator Canggih, Tingkatkan Kualitas Pemandu Lalu Lintas Udara
Sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang, AirNav Indonesia juga telah berkoordinasi aktif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Otoritas Bandara Wilayah I, Polres Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura Indonesia, dan lembaga lainnya.
Koordinasi ini difokuskan pada upaya penanganan melalui program Ground Delay Program (GDP) dan Pre-Departure Clearance (PDC).
“Sekali lagi, kami mengajak seluruh masyarakat, demi keselamatan penerbangan, tolong stop main layang-layang dekat bandara.
"Mari kita ciptakan langit Indonesia yang aman dan bebas hambatan untuk kegiatan penerbangan,” pungkas Avirianto.***