Kabar BUMN – Pertamina Foundation, sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero), terus menegaskan komitmennya terhadap pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu wujud nyatanya adalah melalui program Hutan Lestari Pertamina, yang tidak hanya berfokus pada pelestarian alam, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Program Hutan Lestari Pertamina mencakup kegiatan konservasi serta penanaman mangrove dan pohon daratan. Selain itu, Pertamina Foundation juga memberikan bantuan bibit pohon sebagai bagian dari inisiatif ini.
Baca Juga: 4 Pasar Tradisional di Bangkok yang Biasa Dikunjungi Turis, Surga Barang Murah
Program tersebut dijalankan di dua wilayah utama, yaitu Hutan Lestari Mahakam yang berada di Kawasan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) milik PT Pertamina Hulu Mahakam, dan Hutan Lestari Getas-Ngandong yang berlokasi di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Gadjah Mada Getas-Ngandong.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat lokal.
“Dalam berkontribusi pelestarian lingkungan, kami melibatkan masyarakat lokal untuk ikut berperan dalam program hutan lestari mulai dari penanaman, pemberdayaan, hingga penelitian sekalipun,” ujar Agus.
Baca Juga: ASDP Kembali Hidupkan Rute Strategis Bengkulu–Enggano, Mobilitas Warga 3T Kini Terkoneksi Lagi
Menurut Agus, hingga Mei 2025 Pertamina Foundation telah berhasil menanam lebih dari 1,2 juta bibit mangrove dalam program tersebut.
Selain penanaman pohon, kegiatan pemberdayaan masyarakat juga dilakukan dalam berbagai bentuk.
Mulai dari pelatihan pengolahan nira nipah, budidaya serta pembangunan rumah hidroponik berbasis energi surya, hingga penyediaan sarana panen air hujan untuk mendukung akses air tawar.
Baca Juga: Karacak Valley, Tempat Liburan di Garut yang Pernah Jadi Lokasi Syuting Film Horor!
Tak hanya itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan anjungan wisata edukatif yang menampilkan flora dan fauna endemik setempat.
Lebih dari sekadar konservasi, program ini juga membuka peluang untuk riset ilmiah.