rilis-bumn

Bendungan Bagong Karya Brantas Abipraya Siap Atasi Kebutuhan Irigasi Trenggalek

Rabu, 9 Juli 2025 | 15:00 WIB
Pembangunan Bendungan Bagong dibangun sebagai upaya memperkuat Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo, memenuhi misi ketahanan pangan dan ketahanan air.

Kabar BUMN – PT Brantas Abipraya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air nasional.

Salah satu buktinya adalah melalui pembangunan Bendungan Bagong yang berlokasi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Sejalan dengan program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo, pembangunan bendungan ini merupakan upaya Brantas Abipraya dalam memenuhi misi ketahanan pangan dan ketahanan air.

Baca Juga: Magang IT di Petrokimia Gresik: Peluang Serius untuk Mahasiswa Semester Akhir & Fresh Graduate

“Bendungan Bagong ini merupakan bendungan multiguna yang tidak hanya sebagai sumber air baku, melainkan juga sebagai pengendali banjir dan sumber daerah irigasi,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Nantinya bendungan ini dapat meningkatkan Daerah Irigasi (DI) di Trenggalek seluas 867 hektare (ha).

Bendungan Bagong didesain dengan tipe urugan zonal dengan tinggi puncak inti tegak 80m dan panjang 667m.

Baca Juga: Hutama Karya Percepat Progres Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Berkapasitas daya tampung 17,4 juta meter kubik, bendungan ini memiliki luas genangan 73,45 ha.

Dengan sumber air dari Sungai Bagong, bendungan ini yang akan bermanfaat untuk mengairi sebanyak 1.021 hektare daerah irigasi di Trenggalek.

Selain itu, bendungan ini juga yang akan berguna untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air baku sebesar 153 liter per detik.

Baca Juga: BUMN Dorong Kepemimpinan Adaptif lewat Kolaborasi Jasa Marga dan Jasa Raharja dalam Program Talent Mobility

Bendungan yang terletak di Desa Sumurup dan Sengon, berjarak 10 kilometer dari pusat kota Kabupaten Trenggalek ini mendapatkan sumber air yang berasal dari Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,95 kilometer persegi.

Dian menambahhkan, dengan kapasitas tampung mencapai 17,40 juta m³, bendungan ini mampu mereduksi debit banjir Sungai Bagong hingga 78,44% sekaligus memberikan dampak positif terhadap pengelolaan DAS di kawasan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini