Kabar BUMN - Pertamina menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan energi dan lingkungan melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) yang kini hadir di Desa Besakih, Bali.
Inisiatif ini bukan hanya untuk menyediakan energi ramah lingkungan, tetapi juga mengangkat taraf hidup masyarakat sekitar melalui kemandirian energi.
Program ini merupakan bentuk nyata kontribusi Pertamina dalam mewujudkan desa yang mandiri dan lestari secara ekonomi maupun ekologi.
Baca Juga: Bromo Lagi Dingin-dinginnya, Padang Savana Membeku, Wisatawan Harap Pakai Jaket Tebal!
Dengan menggandeng Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Maha Wana Basuki, Pertamina turut menghijaukan kawasan yang dulunya tandus menjadi ruang hidup yang subur.
Masyarakat setempat aktif menanam pohon produktif sebagai bagian dari program Perhutanan Sosial, yang tidak hanya memperbaiki lingkungan, tapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan masyarakat.
Ketua LPHD Mahawana Besakih, I Nyoman Artana, mengatakan bahwa pengelolaan Hutan Desa Besakih dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan ekologi, karena kawasan ini adalah hulu dari Pulau Bali, atau dikenal dengan sebutan Huluning Bali Rajya.
Baca Juga: Magang Nyata di Dunia Kerja: PT KPI Buka Program Internship Human Capital 2025 di Palembang
“Apabila lokasi ini tidak dipelihara dengan baik maka akan memengaruhi potensi bencana alam dan perubahan iklim di Bali,” ucap Nyoman.
Menurut Nyoman, upaya revitalisasi hutan ini dimulai sejak 2023 dengan fokus pada penguatan kelompok masyarakat, penanaman pohon endemik, hingga pengembangan madu lokal.
Dukungan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Manggis juga mendorong pengembangan kawasan wisata berbasis alam.
Baca Juga: Mandiri Sahabatku Ajak PMI di Malaysia Melek Finansial dan Siap Investasi
“Hutan Desa Besakih dikelola dengan menerapkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berarti tiga penyebab kebahagiaan,” terang Nyoman.
Ia menjelaskan, konsep ini menekankan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan sekitarnya.