Tak hanya membangun pusat data, Worldvuer iByond juga membuka peluang kerja sama di sektor lain.
Baca Juga: Seribu Senyum di Hari Minggu, Anak Pengemudi Ojek Terima Seragam dari Pertamina
Mereka menjajaki kolaborasi di bidang energi, meniru pola kemitraan dengan Aramco di Arab Saudi, serta menjelajahi potensi sinergi di sektor telekomunikasi dengan Telkom Group dan Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Melalui Undang-Undang Cipta Kerja dan sistem OSS, kami telah menyederhanakan regulasi.
"Kami juga menyediakan berbagai insentif fiskal seperti tax holiday, super tax deduction untuk riset dan pengembangan SDM, serta pembebasan bea masuk untuk peralatan.
Baca Juga: Pertamina Wujudkan Mimpi Jurnalis TVRI Kaltim Belajar ke London Usai Menang AJP 2024
"Ini bentuk komitmen kami untuk mendukung investasi berkualitas seperti proyek ini,” tambah Todotua.
Sebagai langkah berikutnya, Worldvuer iByond Limited akan segera mengajukan proposal resmi insentif beserta dokumen pendukung kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Selain itu, mereka juga siap membuka kerja sama lintas sektor, termasuk pendidikan dan pertambangan—khususnya dalam pengembangan rantai pasok microchip berbasis emas.
Baca Juga: Satu Tahun di Laut Jawa, Pertamina Drilling Tuntaskan 9 Sumur Lepas Pantai
Dengan terwujudnya proyek ini, Indonesia tak hanya memperkuat posisinya dalam peta ekonomi digital global, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.***