Bagian Strategis dari Jalur Trans Sumatera
Baca Juga: 6 Karbohidrat Alternatif Pengganti Nasi, Cocok untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat
Pembangunan Tol Bangkinang–XIII Koto Kampar merupakan bagian dari proyek besar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang bertujuan untuk memperkuat konektivitas antarprovinsi.
Ruas ini termasuk dalam koridor strategis Pekanbaru–Bangkinang–Pangkalan–Payakumbuh–Sicincin–Padang dengan total panjang 250,6 km.
Pembangunan ruas tol dimulai pada tahun 2019 dan rampung pada 2024, dengan total investasi mencapai Rp 4,8 triliun.
Baca Juga: Transformasi PETI di Desa Darmo, Langkah Nyata PTBA Wujudkan Ketahanan Pangan
Proyek dikerjakan oleh anak usaha, Hutama Karya Infrastruktur, sedangkan operasional jalan tol dilaksanakan langsung oleh Hutama Karya sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Sebelum resmi dioperasikan, ruas ini telah diuji coba secara fungsional saat periode Natal dan Tahun Baru 2023-2024 dan melayani sekitar 12.000 kendaraan.
Dampak Positif untuk Ekonomi dan Wisata
Tol ini memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor logistik dan pariwisata di kawasan Riau dan sekitarnya.
Perjalanan logistik dari Riau ke Sumatera Barat kini menjadi lebih cepat, dan destinasi wisata seperti Candi Muara Takus pun semakin mudah diakses.
Selain memperlancar distribusi barang, jalur ini juga menghubungkan masyarakat dengan kawasan pertanian produktif.
“Tol ini menjadi penghubung penting antarwilayah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk sektor UMKM dan pariwisata,” tambah Adjib.
Baca Juga: Langsung dari Thamrin City ke Bandara Soekarno-Hatta, DAMRI Tawarkan Promo Menarik