“Terima kasih kepada Pertamina EP Tanjung atas Pelatihan Sasirangan yang diberikan ke warga kami melalui Kelompok Madani Desa Masukau."
Baca Juga: Pertamina Tampilkan Sistem Perizinan Digital Real-Time di Ajang Esri User Conference 2025
"Kami dari Pemerintah Desa Masukau mendukung sepenuhnya pengembangan Program Cetar atau Cetak Jahit Sasirangan guna meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucap Khairul.
Pelatihan tersebut mencakup sembilan tahapan proses pembuatan kain Sasirangan. Peserta diperkenalkan pada bahan dan peralatan, lalu membuat pola motif dari karton.
Selanjutnya, kain dijahit menggunakan teknik jelujur, diberi warna, lalu dikeringkan. Setelah itu, benang dilepas hingga motif khas terlihat, dan kain dibersihkan sebagai tahap akhir.
Baca Juga: Tanpa Agen Travel, Liburan ke Thailand Tetap Seru dan Aman, Simak Tips dan Panduan Lengkapnya
Selain membuat kerajinan dari kain Sasirangan, UMKM Madani juga mengolah pakaian bekas kerja milik karyawan Pertamina menjadi produk bernilai tambah seperti tas selempang, topi, tas pinggang, tas jinjing, dan pakaian siap pakai.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menjelaskan bahwa perusahaan akan terus mendorong program CSR yang berkelanjutan dan inovatif.
“Pemanfaatan potensi daerah sesuai hasil pemetaan sosial sebagai solusi atas kebutuhan atau persoalan yang dihadapi masyarakat menjadikan program ini berdampak nyata bagi masyarakat, seperti yang kita harapkan dari pelatihan ini,” ujarnya.
Baca Juga: MIND ID Jabarkan Komitmennya Jaga Ekosistem Laut di Rakernis PRL KKP
Menurut Dony, pelatihan ini merupakan langkah awal penting dalam memperkuat kapasitas masyarakat Desa Masukau agar lebih produktif dan menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Lebih lanjut, Dony menyebut bahwa sinergi antara perusahaan, UMKM, dan masyarakat merupakan pondasi kuat bagi pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif.
“Kolaborasi ini mencerminkan peran aktif dunia usaha (perusahaan) dalam mendukung kemandirian komunitas lokal melalui pendekatan yang partisipatif dan berbasis potensi daerah,” pungkasnya. ***