Kabar BUMN – Sebagai negara kepulauan terbesar dengan dua pertiga wilayah berupa lautan, Indonesia sangat bergantung pada pelabuhan sebagai tulang punggung konektivitas dan perdagangan nasional.
Untuk mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia, PT Brantas Abipraya (Persero) dipercaya membangun Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur atau New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi 1.
Proyek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur logistik nasional.
Baca Juga: Jelajah Kekayaaan Hutan Lindung Sungai Wain, Kalimantan Timur, Banyak yang Bisa Dilakukan
“Pembangunan ini merupakan kontribusi Brantas Abipraya dalam menjawab permasalahan kemacetan yang terjadi pada akses pelabuhan, sehingga nantinya dapat memperlancar arus logistik.
"Langkah strategis ini memberikan alternatif jalur logistik yang selama ini hanya mengandalkan satu akses saja,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Ditambahkan Dian, proyek pembangunan akses ini akan menghubungkan Terminal Kalibaru di Pelabuhan Tanjung Priok dengan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) sepanjang 2,78 kilometer, dimulai dari KM 108 JTCC hingga area Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Utara.
Baca Juga: The Legend of Golo Mori Hill dan NUKA Grill Fest: Spotlight Baru Wisata The Golo Mori
Dalam pembangunannya, Brantas Abipraya berkolaborasi dengan Hutama Karya dengan porsi 45% pengerjaan dengan ruang lingkup pekerjaan sepanjang 2,7 kilometer yaitu 4 Ramp di area IC NPEA, 4 Ramp di Simpang Marunda.
Kedua pihak juga melakukan konstruksi jalan utama berupa konstruksi jalan layang yang terdiri dari Jembatan Balance Cantilever, Jembatan Gelagar Beton dan Jembatan Gelagar Baja, serta Jembatan Pile Slab.
Dalam pembangunannya, dua BUMN Karya ini akan memanfaatkan beberapa digital construction dan teknologi terdepan untuk memastikan pembangunan konstruksi yang unggul, tuntas dan cepat, dalam pengerjaannya.
Baca Juga: Rajawali Nusindo Dukung Koperasi Desa Merah Putih, Perluas Akses Pangan Hingga Pelosok Desa
Tak hanya itu, Proyek Pembangunan Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru ini juga menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan material ramah lingkungan, dengan material daur ulang lainnya untuk mengurangi jejak karbon; dan pengendalian limbah konstruksi dengan sistem manajemen limbah konstruksi.
“Nantinya pembangunan proyek ini dapat mendukung pengembangan Pelabuhan Kalibaru yang dapat menampung aktivitas perdagangan lebih besar lagi, sehingga mampu berkontribusi pada peningkatkan ekonomi nasional.