Faried menyoroti bahwa saat ini penggunaan PV microgrid dalam operasional migas di Indonesia masih terbatas.
Baca Juga: Tol Probolinggo–Banyuwangi Segera Tersambung, Brantas Abipraya Ikut Akselerasi
Namun, peluangnya sangat besar, terutama sebagai pengganti genset diesel di area terpencil yang sulit dijangkau jaringan listrik.
Selain manfaat pengurangan emisi karbon, implementasi PV microgrid dan digital power juga diyakini akan mendongkrak efisiensi operasional.
Mengenai kolaborasi dengan Huawei Tech Investment, Faried mengungkapkan bahwa PDC memiliki keyakinan tinggi terhadap kualitas teknologi Huawei yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 2000.
Baca Juga: Langit Jadi Kanvas: Festival Layang-layang Terbesar Hadir Lagi di Pantai Jogja!
“Terutama dalam aspek keamanan perangkat, dimana Smart String Inverter dan Grid Forming ESS Platform Huawei telah mendapatkan sertifikasi tertinggi dari TUV Rheinland menjadikannya yang pertama di dunia,” jelasnya.
Sinergi antara PDC dan Huawei Tech Investment ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun industri energi yang tangguh sekaligus ramah lingkungan di masa depan.***