rilis-bumn

Pertamina Dorong Keberlanjutan Lewat Praktik Green Procurement Bersama Mitra

Jumat, 25 Juli 2025 | 07:30 WIB
Pertamina dorong mitra kerja jalankan Green Procurement demi wujudkan keberlanjutan, kurangi emisi, serta dukung target net zero emission 2060. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) memperkuat proses pengadaannya dengan menerapkan Green Procurement, yakni pengadaan yang berlandaskan prinsip keberlanjutan.

Dalam acara Pertamina Supplier Relationship Management (SRM) 2025, perusahaan mengajak para supplier, mitra kerja, dan vendor untuk menjalankan kegiatan usaha dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan demi mendukung upaya pengurangan emisi, peningkatan keselamatan kerja, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Fadjar Djoko Santoso selaku Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) menyampaikan bahwa komitmen ini ditegaskan Pertamina kepada seluruh mitra kerja, vendor, dan supplier dalam gelaran SRM 2025 yang berlangsung di Grha Pertamina, Jakarta, pada Kamis, 24 Juli 2025.

Baca Juga: Pantai Greweng, Surga Tersembunyi di Gunungkidul yang Cocok untuk Camping Bak di Pulau Pribadi

Menurut Fadjar, ajang SRM menjadi momentum rutin bagi Pertamina untuk menyampaikan berbagai informasi penting terkait situasi pengadaan dan regulasi terbaru, termasuk penegasan kembali atas pelaksanaan Green Procurement.

"Green Procurement Pertamina memacu semua pihak untuk menjadi perusahaan bertanggung jawab pada lingkungan, sosial dan tata kelola, sesuai dengan komitmen Pertamina pada keberlanjutan."

"Kami berharap dengan komitmen ini, secara bersama-sama Pertamina dan mitra kerja dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih baik dan aman, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: Jelang HUT ke-49, PT Timah Salurkan Paket Sembako untuk Warga Pantai Teluk Dalam

Hery Murahmanta selaku SVP Procurement Pertamina menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi prinsip utama dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Hal ini diwujudkan lewat berbagai strategi seperti efisiensi dan efektivitas proses pengadaan, di antaranya penggunaan kontrak payung secara terpusat serta pengembangan inovasi teknologi pengadaan seperti Price Database & Market Intelligence Tools (PREDICT) dan penerapan standarisasi Kode Identifikasi Material Pertamina (KIMAP).

Pertamina pun memastikan bahwa Green Procurement tidak hanya berbicara soal efisiensi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan seperti kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan kerja (Health, Safety, Security and Environment/HSSE), serta pemanfaatan sistem digital dalam pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga: Cetak Generasi Emas Indonesia, PNM Salurkan 2.800 Beasiswa Bagi Anak Nasabah Mekaar

"Pertamina harus bisa memberikan kontribusi terhadap aspek keberlanjutan salah satunya melalui Green Procurement."

"Oleh karena, penting untuk membangun ekosistem yakni Pertamina dan para vendor, yang peduli dan mewujudkan hal tersebut melalui berbagai program," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini