Produk-produknya dibuat dari bahan tak biasa, seperti kain perca, kulit biji kopi, hingga batang daun pisang.
Selain itu, UMKM ini juga menerapkan teknologi virtual fitting room yang memungkinkan pelanggan mencoba produk secara digital, sehingga dapat mengurangi tingkat pengembalian barang, limbah tekstil, dan produksi berlebih.
Prestasi membanggakan juga diraih oleh UMKM Sinar Bersih, yang mencatat potensi transaksi sebesar Rp2,1 miliar.
Produk andalannya berupa pembersih ruangan dan deterjen menarik perhatian berbagai pihak, mulai dari kementerian hingga restoran dan reseller yang hadir dalam pameran.
Baca Juga: Subholding Upstream Pertamina Dorong Terwujudnya Generasi Emas Lewat Program CID Anak
“Ajang seperti Inabuyer B2B2G bukan sekadar pameran.
“Ini adalah bukti nyata bahwa UMKM Indonesia memiliki daya saing tinggi jika diberikan akses dan kesempatan menembus rantai pasok dunia usaha.
“Dengan langkah ini UMKM kian agresif meningkatkan produksi dan melebarkan pasarnya, sehingga akan semakin banyak menyerap tenaga kerja," jelas VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso.
Keikutsertaan aktif Pertamina dalam menggerakkan sektor UMKM merupakan bagian dari kontribusinya terhadap realisasi Asta Cita ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta melanjutkan pembangunan infrastruktur yang mendukung perekonomian rakyat.
Dengan pencapaian luar biasa dari para UMKM binaan di ajang ini, Pertamina menunjukkan bahwa kolaborasi strategis dan dukungan konkret dapat membuka jalan bagi pelaku usaha lokal untuk tampil di panggung yang lebih luas dan berdaya saing tinggi.***