Kabar BUMN - Perum BULOG dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui kolaborasi strategis.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam Peluncuran Sinergi TNI dan BULOG Melalui Program Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang), yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Kamis (24/7/2025).
Acara seremoni dipusatkan di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III/Siliwangi, Bandung.
Baca Juga: Kerja Sama Strategis BULOG dengan Bontang dan Luwu, Perkuat Rantai Logistik Pangan
Program nasional ini mendapatkan perhatian besar dari berbagai unsur pemerintahan, baik pusat maupun daerah.
Hadir dalam seremoni tersebut antara lain Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Panglima TNI, Wakil Kepala Staf TNI AD, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), perwakilan Komisi IV DPR RI, Sekretaris Menko Bidang Pangan, Aster Panglima TNI, Wakil Gubernur Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, Danlanud, Danlanal, Kapolda dan Kajati Jawa Barat, serta jajaran Forkopimda lainnya.
“BULOG erat kaitannya dengan TNI AD, dulu dibentuk oleh Presiden Soeharto dalam rangka mengatasi kesulitan pangan nasional.
Baca Juga: BULOG Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Koperasi Merah Putih
“Sejak saat itu, BULOG menjadi pusat distribusi bahan pangan, khususnya beras.
“Saat ini, peranan BULOG harus semakin proaktif dan kuat,” ujar Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kegiatan tersebut.
Skala pelaksanaan program ini sangat luas, menjangkau 15 Kodam, 47 Korem, 351 Kodim, dan 3.698 Koramil di seluruh Indonesia, serta melibatkan lebih dari 75.000 Babinsa.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Diluncurkan di 5.000 Titik, BULOG Tegaskan Komitmen Stabilkan Harga Beras
Kolaborasi masif ini menjadi bukti sinergi strategis antarinstansi dalam mendukung misi besar pemerintah menuju kemandirian pangan nasional.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan pada Juni dan Juli 2025 merupakan bagian dari upaya penguatan daya beli masyarakat sekaligus stimulus ekonomi.