Kabar BUMN – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan Coffee Morning Bersama Stakeholder dan Pengguna Jasa Tahun 2025 yang digelar oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang.
Forum ini berlangsung di Ballroom The Alts Hotel Palembang pada 19 Juli 2025 sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi antara berbagai pemangku kepentingan pelabuhan di wilayah Sumatera Selatan.
Dengan mengangkat tema “Kolaborasi Hebat, Pelabuhan Kuat”, acara ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan menguatkan kolaborasi di sektor pelabuhan.
Turut hadir dalam kegiatan ini berbagai pihak mulai dari perwakilan instansi pemerintah, TNI–Polri, asosiasi pelabuhan, mitra bisnis, hingga anak dan cucu perusahaan Pelindo Group yang beroperasi di Pelabuhan Boom Baru.
PTP Nonpetikemas, sebagai bagian dari Pelindo Group, menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan layanan pelabuhan melalui transformasi dan kolaborasi berkelanjutan.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, hadir bersama jajaran pimpinan strategis Pelindo Group lainnya dalam forum tersebut.
Baca Juga: Pantai Pudak, Surga Tersembunyi di Blitar yang Masih Belum Banyak Dijamah Wisatawan
“Kami percaya bahwa pelabuhan yang tangguh dibentuk melalui komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang konsisten."
"PTP Nonpetikemas hadir bukan sekadar sebagai operator, tetapi sebagai mitra transformasi yang siap tumbuh bersama stakeholder,” ujarnya.
Beberapa topik penting turut menjadi perhatian dalam forum ini, di antaranya implementasi UU No. 66/2024 terkait kemitraan bongkar muat, upaya peningkatan efisiensi layanan pelabuhan, serta komitmen terhadap penerapan digitalisasi dan elektrifikasi alat-alat operasional pelabuhan.
Baca Juga: Ikuti Program Magang Bersertifikat dari AirNav Indonesia, Tersedia 3 Lowongan untuk Posisi Berikut
Semua ini bertujuan mewujudkan pelabuhan yang modern, ramah lingkungan, dan transparan.
“Dari sisi operasional, PTP Nonpetikemas Cabang Palembang terus berupaya menjaga kelancaran arus barang melalui peningkatan produktivitas bongkar muat, optimalisasi pemanfaatan peralatan, serta penguatan koordinasi dengan seluruh mitra kerja di lapangan."