Kehadiran KMP Gading Nusantara akan memperkuat layanan kapal perbantuan yang telah lebih dahulu dioperasikan, yakni KMP Portlink VII di Dermaga Bulusan.
Sementara itu, kapal-kapal ex-LCT tetap diatur sesuai ketentuan keselamatan oleh Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
Baca Juga: 971 Ribu Tiket Ludes di Libur Sekolah, ASDP Ingatkan Isi Manifest Sesuai KTP
Jenis kapal ini hanya diperbolehkan mengangkut maksimal enam truk tronton, tanpa penumpang umum, dan wajib dilengkapi dua awak kendaraan yang mengenakan life jacket selama pelayaran.
Distribusi Lebih Merata
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Yannes Kurniawan, menyampaikan bahwa enam kapal di Dermaga LCM saat ini difokuskan untuk mengangkut truk bertonase lebih dari 35 ton.
Baca Juga: ASDP Kembali Hidupkan Rute Strategis Bengkulu–Enggano, Mobilitas Warga 3T Kini Terkoneksi Lagi
"Langkah ini bertujuan agar distribusi muatan logistik dapat lebih merata dan tidak terpusat pada satu jalur operasional saja," ujarnya.
Sesuai penetapan jadwal kapal oleh regulator, komposisi kapal di setiap dermaga adalah sebagai berikut:
- Dermaga MB I: KMP Prathita IV, KMP Gerbang Samudera 2, KMP Jalur Nusa, KMP Dharma Rucitra, dan KMP Trisila Bhakti I.
- Dermaga MB II: KMP Trisila Bhakti II, KMP Bontang Ekspress, KMP Gilimanuk I, KMP Jambo VIII, dan KMP Sumber Berkat II.
- Dermaga MB III: KMP Gilimanuk II, KMP Bintang Balikpapan, KMP Dharma Ferry I, KMP Cemerlang No 55, dan KMP Trima Jaya 9.
- Dermaga MB IV: KMP Tunu Pratama Jaya 5888, KMP Jambo X, KMP Karya Maritim II, dan KMP Swarna Cakra.
- Dermaga LCM: KMP Karya Maritim I, KMP Samudera Utama, KMP Liputan 12, KMP Agung Samudera IX, KMP Pancar Indah, KMP SMS Swakarya, dan KMP Samudera Perkasa I.
- Kondisi cuaca yang kondusif turut mendukung kelancaran operasional pelabuhan.
Berdasarkan laporan BMKG, perairan terpantau berawan dengan angin selatan 5–15 knot, gelombang laut 0,2–2 meter, arus ke arah selatan dengan kecepatan 166 cm/s, dan jarak pandang mencapai 10 kilometer.
Seluruh Kapal Telah Dinyatakan Laik Laut
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa seluruh kapal yang beroperasi telah dinyatakan laik laut dan operasional pelabuhan berjalan normal meskipun dilakukan penyesuaian kapasitas angkut.
Baca Juga: ASDP Genjot Layanan Feri untuk Pemerataan Ekonomi Nasional
Ia menekankan bahwa pembatasan load factor pada kapal LCT merupakan langkah preventif demi keselamatan penyeberangan.