Peningkatan layanan ini juga menjadi respons atas penutupan Jalur Gumitir akibat proyek preservasi nasional yang berlangsung hingga 24 September 2025.
Penutupan ini memicu lonjakan kendaraan logistik yang dialihkan ke jalur utara, sehingga mempertegas urgensi peningkatan kapasitas layanan pelabuhan.
Baca Juga: ASDP dan Pelindo Hadirkan Vending Machine UMK untuk Dorong Ekonomi Inklusif di Pelabuhan Ajibata
Sebagai langkah mitigasi tambahan, ASDP bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah kantong parkir, termasuk di Bulusan, serta mengatur ritme keberangkatan kapal sesuai kapasitas dermaga.
Dukungan aparat kepolisian di lapangan turut memperkuat koordinasi demi kelancaran distribusi dan keamanan pengguna jasa.
Serangkaian upaya ini menunjukkan komitmen kuat ASDP dan regulator dalam menjaga konektivitas antarpulau Jawa-Bali tetap berjalan.
Fokus utama tidak hanya pada percepatan layanan, tetapi juga pengutamaan aspek keselamatan dalam setiap pelayaran.
ASDP juga mengimbau masyarakat pengguna jasa untuk terus memantau informasi terbaru, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Lintasan Ketapang-Gilimanuk akan terus menjadi perhatian utama demi menjamin kelancaran mobilitas logistik dan penumpang di tengah dinamika lalu lintas yang terus berubah.***