Kabar BUMN — Perubahan zaman yang ditandai oleh revolusi industri 4.0 menuntut transformasi menyeluruh, tak hanya dari sisi teknologi tetapi juga budaya kerja, organisasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam konteks ini, transformasi digital menjadi kunci utama untuk mewujudkan layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan inklusif.
Sebagai BUMN yang telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi dengan fokus pada keamanan tinggi, PERURI memandang kolaborasi dan inovasi sebagai langkah strategis untuk mendorong digitalisasi sektor publik.
Baca Juga: Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Operasi Badak LNG, Perkuat Sinergi dan Keandalan Operasional
Sebagai upaya mendukung digitalisasi nasional, PERURI menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Kedua pihak sepakat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu, 23 Juli, yang dilangsungkan di Operational Room, Gedung Utama Kemendes PDT, Jakarta Selatan.
Inisiatif ini bertujuan memperkuat kerja sama lintas sektor guna mempercepat pembangunan desa di seluruh penjuru Tanah Air.
Baca Juga: Aneka Rasa dan Kelezatan di Ragam Jajanan Tradisional Khas Kutai Kartanegara
Dalam prosesi penandatanganan, Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya, menandatangani MoU bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto.
Kerja sama ini menjadi tonggak awal bagi PERURI dan Kemendes PDT dalam mengakselerasi digitalisasi kawasan perdesaan serta daerah tertinggal.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari komitmen bersama untuk mendukung pemerataan ekonomi dan pembangunan nasional melalui teknologi digital yang terintegrasi dalam program pemberdayaan masyarakat desa.
Baca Juga: Tukar Poin, Bawa Pulang Hadiah! Undi-Undi Hepi Telkomsel Juli 2025 Masuki Pekan Terakhir!
Dwina menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari kontribusi nyata PERURI dalam membangun infrastruktur digital yang mendukung tata kelola desa yang efisien dan transparan.
“PERURI berkomitmen untuk menyediakan solusi digital yang aman dan terpercaya guna mempercepat transformasi desa menjadi entitas mandiri dan berdaya saing di era digital,” ujar Dwina.