rilis-bumn

PTP Nonpetikemas Perkuat Operasional Terminal Kijing, Tingkatkan Pelayanan di Tulang Punggung Logistik Kalimantan Barat

Selasa, 29 Juli 2025 | 17:45 WIB
Implementasi HSSE dalam bongkar muat B3 seperti caustic soda sangat penting untuk keselamatan pekerja. Salah satu kegiatan operasional yang dilayani di Terminal Kijing, Kalimantan Barat. (Dok. PTP Nonpetikemas)

Kabar BUMN – Sejak dikelola oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pontianak pada 1 Agustus 2022, Terminal Kijing terus menunjukkan performa impresif sebagai bagian dari jaringan pelabuhan strategis nasional.

Terminal ini kini menjadi andalan utama dalam pelayanan kargo nonpetikemas di Kalimantan Barat, sekaligus berkontribusi besar terhadap efisiensi logistik dan kelancaran arus barang di tingkat nasional.

Pertumbuhan throughput Terminal Kijing menjadi salah satu indikator keberhasilan pengelolaan ini.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Tegaskan Komitmen Transformasi Lewat Forum Stakeholder Pelabuhan Palembang

Tercatat, throughput meningkat dari 2,27 juta ton pada 2023 menjadi 3,09 juta ton pada 2024, dengan target ambisius sebesar 3,3 juta ton pada akhir 2025.

Langkah strategis pun diambil untuk mendukung lonjakan kinerja ini.

PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak mengoptimalkan aset melalui relokasi peralatan dari berbagai pelabuhan dalam jaringan Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT Group).

Baca Juga: Dukung Santri Sehat dan Cerdas, PTP Nonpetikemas Salurkan Bantuan dalam Rangka Milad ke-50 MUI

Aset yang direalokasi ke Terminal Kijing meliputi 4 unit harbour mobile crane, 3 unit grab, 9 unit hopper, 4 unit bucket, dan 1 unit jembatan timbang.

Proses ini dimulai sejak September 2023 dan akan berlanjut hingga 2025, dengan pengiriman terakhir berupa 1 unit HMC berkapasitas 100 ton dari SPMT Cabang Dumai.

Optimalisasi ini berdampak langsung pada peningkatan kapasitas layanan bongkar muat, terutama untuk komoditas curah cair, curah kering, dan general cargo.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Dukung UMKM Palembang lewat Bantuan Alat Produksi

Sepanjang 2023, throughput didominasi oleh curah cair sebesar 1,8 juta ton.

Pada 2024, volume curah cair naik menjadi 1,9 juta ton, disusul curah kering 761 ribu ton, dan general cargo 456 ribu ton.

Halaman:

Tags

Terkini