rilis-bumn

PTP Nonpetikemas Perkuat Operasional Terminal Kijing, Tingkatkan Pelayanan di Tulang Punggung Logistik Kalimantan Barat

Selasa, 29 Juli 2025 | 17:45 WIB
Implementasi HSSE dalam bongkar muat B3 seperti caustic soda sangat penting untuk keselamatan pekerja. Salah satu kegiatan operasional yang dilayani di Terminal Kijing, Kalimantan Barat. (Dok. PTP Nonpetikemas)

Sementara hingga Juni 2025, total throughput tercatat 2 juta ton, dengan curah kering sebagai penyumbang utama sebesar 965 ribu ton, curah cair 759 ribu ton, dan general cargo 328 ribu ton.

Baca Juga: Smart Mining Conference 2025: Dirut PTP Nonpetikemas Tunjukkan Inovasi Digital di Rantai Pasok Tambang

Kinerja semester I 2025 menunjukkan lonjakan signifikan.

Untuk komoditas curah kering, pertumbuhan throughput mencapai 225% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rata-rata throughput harian 2.716 ton per ship per day (T/S/D), melonjak dari 836 T/S/D di semester I 2024.

“Kami melihat pertumbuhan volume kargo di Terminal Kijing sebagai sinyal positif dari meningkatnya kepercayaan pengguna jasa.

Baca Juga: Smart Mining Conference 2025: Dirut PTP Nonpetikemas Tunjukkan Inovasi Digital di Rantai Pasok Tambang

"Dari sisi operasional, kami terus berupaya menjaga kelancaran layanan dengan mengoptimalkan proses bongkar muat, penataan alur logistik, dan pengelolaan waktu sandar kapal secara efisien,” ujar Dwi Rahmad Toto S., Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha sekaligus Plh Direktur Operasi PTP Nonpetikemas.

PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak sendiri mengelola empat area terminal nonpetikemas di Kalbar, yakni Kawasan Dwikora, Pelabuhan Perintis Sintete, Ketapang, dan Kawasan Kijing.

Berbagai komoditas ditangani, mulai dari karet, bungkil, kayu lapis, CPO dan turunannya, batubara, pupuk, palm kernel, karung beras, hingga produk perkayuan.

Baca Juga: Komitmen PTP Nonpetikemas untuk Keselamatan Kerja Diperkuat di Teluk Bayur

Keunggulan Kalimantan Barat sebagai sentra produksi CPO nasional menjadikan wilayah ini memiliki hinterland yang kuat untuk mendorong pertumbuhan volume kargo.

“Realokasi aset dari pelabuhan lain dalam jaringan SPMT bukan hanya menjadi langkah strategis pemanfaatan aset idle, tetapi juga mencerminkan sinergi antar unit dalam menciptakan keunggulan operasional yang berdampak nyata pada kinerja dan pelayanan pengguna jasa,” tegas Toto.

Meningkatnya aktivitas operasional mendorong PTP Nonpetikemas untuk mengambil langkah pengembangan, seperti pembangunan terminal khusus curah cair (dedicated liquid bulk terminal), penambahan pipe rack, perluasan dermaga di Jetty 1 dan Jetty 2, serta penataan zona logistik bagi tenant baru.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Salurkan 100 Paket Sembako untuk Anak Yatim dalam Rangka Pelindo Day 2025

Seluruh langkah ini dilakukan untuk memperkuat jejaring dan integrasi logistik secara berkelanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini