Kabar BUMN - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) membangun sumur air bersih untuk warga Desa Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau.
Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya di area operasi mereka.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyatakan bahwa program penyediaan air bersih ini adalah kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Bekerja di Industri Penerbangan? PT GDPS Saat Ini Butuh Ticketing Staff di Labuan Bajo
“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina Drilling tidak hanya fokus pada keberhasilan proyek pengeboran, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar."
"Kami percaya bahwa akses terhadap air bersih adalah hak dasar setiap warga, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari solusi,” ujar Avep.
Fasilitas sumur air bersih tersebut diresmikan pada Kamis, (24/7) dan dihadiri langsung oleh Manager Communication Relation & CID Pertamina Drilling, Meddenia Ayu Wulandari Yuliastuti.
Baca Juga: Wisata Kano Rawa Pening: Serunya Mendayung, Pulangnya Naik Perahu!
Dalam sambutannya, Meddenia menegaskan bahwa pembangunan sumur ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-6, yang bertujuan menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi berkelanjutan untuk semua.
“Program ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam menciptakan dampak positif di masyarakat sekitar wilayah kerja Pertamina Drilling,” ungkap Meddenia.
Wahyu Irfan, Senior Officer CID Regional 1 yang mewakili PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), menyoroti pentingnya sinergi antar anak usaha Pertamina dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.
Baca Juga: Telkom Gandeng 5 Sekolah di Ciayumajakuning, Percepat Transformasi Belajar Digital
“Sinergi antara PHR dan Pertamina Drilling merupakan langkah konkret dalam menghadirkan manfaat langsung dari keberadaan industri migas. Program air bersih di Minas Jaya ini adalah bukti bahwa energi bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal keberpihakan kepada masyarakat,” ujar Wahyu.
Pelaksanaan program ini melalui beberapa tahap, mulai dari asesmen lokasi (3 Desember 2024), pengeboran sumur (selesai 17 Februari 2025), workshop pipanisasi (27 Februari 2025), hingga pembentukan Kelompok Pengelola Sumur dan penghijauan lingkungan.