“Proyek ini diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan berupa tambahan cadangan minyak di PHR.
Baca Juga: Pertamuda Workshop Series, Komitmen Pertamina Membangun Ekosistem Kewirausahaaan Energi
"Inisiatif ini juga mendukung penguatan ketahanan energi nasional melalui pengembangan formulasi dan pemanfaatan teknologi blending yang sepenuhnya berasal dari dalam negeri,” ujar VP S-EOR Regional 1 PHR, Syaiful Maarif.
Tak hanya CEOR, Direksi Pertamina juga meninjau langsung perkembangan proyek Steam Flood di Duri.
Proyek ini menandai keberhasilan pelaksanaan Put On Injection (POI) pertama pada Enhanced Oil Recovery (EOR) di Lapangan North Duri Development (NDD) A14.
Baca Juga: Pertamina Kembali Masuk Fortune Global 500, Kini di Peringkat 171 Dunia
Capaian ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan lapangan minyak di Zona Rokan.
Proyek steam flood ini sendiri menjadi bagian dari strategi PHR dalam mengoptimalkan potensi reservoir minyak di Blok Rokan.
Teknologi yang digunakan adalah injeksi uap ke reservoir, yang berfungsi mengurangi viskositas minyak sehingga mempermudah alirannya dan mempercepat proses produksi.
Baca Juga: Perkuat Keamanan, Pertamina EP Cepu Zona 13 Perkuat Sinergi dengan TNI dan Polri di Sulawesi Tengah
Lapangan NDD A14 merupakan pengembangan wilayah steam flood baru pasca alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan oleh Pertamina.
Proyek ini dilaksanakan dalam dua tahap: tahap pertama melibatkan 47 sumur produksi dan 15 sumur injeksi, sedangkan tahap kedua mencakup 34 sumur produksi dan 12 sumur injeksi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menekankan pentingnya tinjauan lapangan seperti ini sebagai agenda rutin manajemen.
“Tinjauan kerja ke wilayah operasional menjadi agenda rutin manajemen Pertamina untuk melihat secara langsung kondisi operasional di lokasi, sekaligus mempererat hubungan yang harmonis antara manajemen dengan Perwira Pekerja Pertamina.