Mengawali kegiatan, General Manager Zona 14 Pertamina EP Dadang Soewargono, mengajak Pemangku Kepentingan di daerah bersama masayarakat agar bersama dapat menjaga daerah pesisir pantai dengan dilakukan aksi penanaman mangrove dan juga bersih-bersih pantai.
Ia menyebutkan, apa yang dilaksanakan hari ini adalah upaya kita semua untuk menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan, karena selaras dengan program Pemerintah.
Dadang menambahkan, kegiatan ini bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) bidang lingkungan yang mana selain penanaman Pohon, juga adanya konservasi terumbu karang berbasis pemberdayaan masyarakat dan telah berjalan dari tahun 2022 sampai saat ini.
Perlu diketahui bersama bahwa sekarang terumbu karang yang telah direhabilitasi di Pulau Soop melalu binaan Pertamina EP Papua Field berjumlah ± 1.894 fragmen dengan perolehan keberhasilan 88% dari total fragmen yang ditanam.
Baca Juga: Dirut Pertamina Tinjau Langsung Zona Rokan, Dorong Inovasi untuk Genjot Produksi Minyak Nasional
“Semoga kehadiran PEP Papua dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar.
"Dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu semuanya yang menunjukkan semangat yang luar biasa, semangat membangun dan semangat berkolaborasi, “ tutup Dadang.
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku (Pamalu), yang diwaliki Koordinator Forkom SKK Migas Pamalu Otniel L. Wafom menyampaikan, kita berkumpul pada kegiatan Mangrove Day & Coastal Clean Up ini bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang merupakan komitmen Industri Hulu Migas dalam menjaga dan mengkampanyekan lingkungan dalam memperingati Hari Mangrove Sedunia tanggal 26 Juli 2025.
Baca Juga: Antrean Haji Makin Panjang, Ini Cara Cerdas Agar Bisa Berangkat Lebih Cepat
"Kegiatan hari ini bentuk nyata kontribusi industri hulu migas yang selalu menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian penting dalam operasi hulu migas sejalan dengan prinsip-prinsip ESG," kata Koordinator Forkom SKK Migas Pamalu.
"Sinergi antara SKK Migas dan KKKS Kluster Papua Barat Daya, bersama pemangku kepentingan didaerah dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan keberlanjutan lingkungan (SDGs) yang lebih baik bagi generasi mendatang, dan mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan sekitar dan bumi kita tercinta," harap Otniel.
Sebelum dilakukan Penanaman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Provinsi Papua Barat daya, yang diwakili Retno Widitastuti menyambut baik kegiatan ini, dan dapat diperluas bukan hanya di pulau Soop saja tetapi juga di pulau-pulau lainnya.
Baca Juga: PT Timah Latih Perempuan Sungailiat Ubah Sampah Jadi Kompos Bernilai Ekonomi
Retno berharap kegiatan ini terus bisa dilakukan tidak hanya oleh KKKS Pertamina EP Papua Field, tetapi juga dilakukan oleh perusahaan lainnya.