rilis-bumn

Bank Mandiri Dorong Purna PMI Malang Jadi Pengusaha Lewat Program Bapak Asuh

Kamis, 31 Juli 2025 | 16:30 WIB
Bank Mandiri kembali gelar program Bapak Asuh di Malang untuk mendampingi purna PMI jadi pengusaha mandiri melalui pelatihan, pembiayaan, dan mentoring. (Dok. Bank Mandiri)

Dalam workshop ini, peserta mendapatkan pelatihan dari berbagai pihak, seperti Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang menjelaskan strategi nasional untuk purna PMI.

Baca Juga: SPJM Tancap Gas! Laba Usaha Semester I 2025 Melampaui Target

Selain itu, ada materi seputar peluang usaha logistik dari PT TIKI (Titipan Kilat), serta pelatihan e-commerce dan digital marketing dari Tokopedia dan TikTok Shop untuk memperluas pemahaman peserta tentang pemasaran digital.

Bank Mandiri sendiri memberikan materi tentang edukasi keuangan, akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pemanfaatan platform digital seperti Livin’ by Mandiri dan Livin’ Merchant dalam pengelolaan usaha dan transaksi keuangan sehari-hari.

Program Mandiri Sahabatku yang telah berjalan sejak 2011 kini memasuki tahap pemberdayaan yang lebih konkret.

Baca Juga: Ramai Pemblokiran Rekening Dormant oleh PPATK, BNI Pastikan Data Nasabah Tetap Aman

Lewat Bapak Asuh, alumni PMI tidak hanya diberikan pengetahuan, tetapi juga difasilitasi untuk berkembang sebagai pengusaha yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah asal mereka.

Kekuatan dari program ini terletak pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, hingga alumni PMI yang telah sukses.

Kontribusi ini juga sejalan dengan upaya Bank Mandiri mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama dalam hal penciptaan pekerjaan layak dan pengurangan ketimpangan sosial.

Baca Juga: Siap-siap Datang ke KAI Expo 2025, Serbu Promo Tiket Kereta Mulai dari Rp69 Ribu

“Melalui rangkaian kegiatan Mandiri Sahabatku, kami berharap bisa menciptakan peluang ekonomi baru bagi purna PMI dan keluarga PMI aktif yang berdampak jangka panjang bagi keluarga dan komunitas mereka,” tutup Hendrianto. ***

Halaman:

Tags

Terkini