Inisiatif pemanfaatan silika tersebut menjadi pembuka jalan bagi pengembangan energi bersih.
Baca Juga: Tempat Wisata Alami di Bontang, Optimalkan Potensi Daerah untuk Menggaet Pengunjung
Selain ramah lingkungan, langkah ini juga meningkatkan efisiensi dan membuka peluang bisnis baru.
Proses pembinaan terhadap tim inovator dilakukan selama sembilan bulan, dimulai dari November 2024 hingga Juli 2025, dengan pelaksanaan di berbagai negara termasuk Indonesia.
Fadjar menegaskan kembali pentingnya inovasi dalam keberlangsungan bisnis masa depan.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga dan Gubernur Jatim Sidak Bersama Pantau Kelancaran Distribusi BBM di Jember
“Penghargaan ini memotivasi para talenta muda Pertamina untuk terus berinovasi tiada henti. Kunci keberhasilan bisnis masa depan terletak pada kemampuan melahirkan produk yang inovatif,” tandas Fadjar.
Dalam proses pengembangan proyek, tim EkoSilika juga mendapat arahan langsung dari Direktur Operasi PGE, Ahmad Yani, yang berperan sebagai mentor internal perusahaan.
Ahmad Yani turut menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian tim. Ia menyebut bahwa keberhasilan tim Pertamina menunjukkan potensi besar energi panas bumi tak hanya untuk pembangkitan listrik, tetapi juga untuk pengembangan produk dengan nilai tambah.
Baca Juga: Tandatangani MoU, Limbah B3 dari Tenant SIER Sekarang Dikelola Dowa Eco System Indonesia
“Ke depan, saya meyakini bahwa pendekatan inovatif seperti ini akan menjadikan energi panas bumi sebagai salah satu pilar utama dalam transisi energi dan penguatan industri berbasis sumber daya terbarukan di Indonesia,” ujar Ahmad Yani.
Sebagai pemimpin transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong inisiatif yang sejalan dengan target Net Zero Emission 2060.
Seluruh upaya tersebut juga mendukung capaian SDGs dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh aspek operasional dan bisnis perusahaan. ***