rilis-bumn

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Wilayah Operasi Pertamina Hulu Sanga Sanga

Selasa, 5 Agustus 2025 | 06:00 WIB
Dewan Komisaris Pertamina melakukan kunjungan kerja ke wilayah operasi Pertamina Hulu Sanga Sanga pada 24 Juli 2025 lalu. (Dok. Pertamina)

Program ini bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan telah mencakup adopsi tiga individu orang utan serta penanaman 2.600 pohon sejak 2024.

Baca Juga: Pertamina Hulu Sanga Sanga Dukung Logistik Pemilu Ulang di Kutai Kartanegara, Ada Sea Truck dan Helipad

Upaya ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasi, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan ke-15 yang fokus pada perlindungan dan pemanfaatan ekosistem daratan secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Komisaris Nanik S. Deyang memberikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara perusahaan dan BOSF.

Ia menekankan pentingnya peran program ini dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan hidup satwa endemik.

Baca Juga: Pertamina Hulu Sanga Sanga Dorong Pengelolaan Sampah Terpadu di Muara Jawa lewat Bantuan Truk Kontainer

“Saya sangat mengapresiasi kerja luar biasa dari PEP Tanjung, PEP Sangasanga dan PEP Sangatta dengan BOSF yang tidak hanya fokus merawat orang utan, tetapi juga terus mengembangkan program-program konservasi yang berkelanjutan,” ujar Nanik.

BOSF juga bekerja sama dengan entitas Pertamina lainnya yang tergabung dalam Zona 8.

Nanik berharap kolaborasi ini dapat diperluas ke lebih banyak entitas di bawah Grup Pertamina agar dampak positifnya bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.

Baca Juga: Pertamina Hulu Sanga Sanga Tingkatkan Keterampilan Digital Warga Desa Handil Terusan

Ia juga menyoroti pentingnya pemantauan jangka panjang terhadap orang utan yang dilepasliarkan, mengingat sebagian besar dari mereka sebelumnya sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia.

Oleh karena itu, edukasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan pelepasliaran menjadi faktor kunci agar orang utan bisa bertahan hidup di habitat aslinya.

Tak hanya soal konservasi, Nanik juga menekankan pentingnya menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat dengan upaya pengentasan kemiskinan.

Baca Juga: Peduli Kesehatan Masyarakat, Pertamina Hulu Sanga Sanga Salurkan Bantuan untuk Peningkatan Fasilitas Pustu

Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha, lembaga konservasi, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara sosial dan ekologis.

Halaman:

Tags

Terkini