Harjiman, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai, menyatakan, "Kami berkomitmen membantu KKKS. Proses bisa dilakukan secara daring, asalkan kelengkapan dokumen terpenuhi agar kami bisa segera memprosesnya."
Baca Juga: Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Wilayah Operasi Pertamina Hulu Sanga Sanga
Sementara itu, Arie Fahlupi selaku Asisten Manager Land Matters and Formalities Pertamina EP Cepu Regional 4 menegaskan bahwa penyelesaian sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjalankan operasi secara akuntabel dan aman.
Ia mengatakan, “Dengan adanya kepastian hukum atas aset BMN, kami dapat mengoptimalkan kegiatan operasional untuk mendukung proyek strategis nasional dan menjaga ketahanan energi Indonesia."
"Terima kasih atas sinergi yang luar biasa dari SKK Migas, DJKN Kemenkeu, dan Kantor Pertanahan terkait. Komitmen kami jelas menjaga aset negara untuk kedaulatan energi Indonesia.”
Baca Juga: Telaga Tersembunyi nan Sejuk di Banjaran Bandung, 'Situ Cimeuhmal' Masuknya Gratis!
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, juga menekankan pentingnya manajemen aset.
“Pertamina akan terus melakukan optimalisasi aset dalam berbagai strategi dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan,” tandas Fadjar, memperkuat pesan bahwa aset adalah kunci penting dalam penguatan kinerja korporasi.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan sertifikat secara simbolis oleh perwakilan Kantor Pertanahan kepada SKK Migas dan Pertamina.
Baca Juga: Pelita Air Siap Terbang ke Luar Negeri, Rute Internasional Perdana Diluncurkan
Penyerahan ini menjadi simbol keberhasilan kerja sama antar lembaga dalam menjaga dan mengamankan aset penting yang mendukung sektor hulu migas Indonesia ke depan.
Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina adalah pengelola wilayah hulu migas di berbagai daerah seperti Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.
Wilayah kerjanya mencakup Zona 11 (Alas Dara Kemuning, Cepu, WMO, Randugunting, Sukowati, Poleng, Tuban East Java), Zona 12 (Jambaran Tiung Biru, Banyu Urip), Zona 13 (Donggi Matindok, Senoro Toili, Makassar Strait, Melati), dan Zona 14 (Papua, Salawati, Salawati Basin, Binaiya). Selain itu, terdapat satu aset hilir strategis yaitu Donggi Senoro LNG. ***