Kabar BUMN - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tandun, salah satu operasional di bawah pengelolaah PTPN IV Regional III, selama lebih satu dekade terakhir berhasil memanfaatkan limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi tenaga listrik.
PKS Tandun yang berada di Kabupaten Kampar, Riau, ini menggunakan instalasi pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) untuk mengolah limbah cair sawit yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi hingga menghasilkan energi listrik dengan kapasitas total desain sebesar 1,2 Megawatt.
Head of Project Management Office PTPN IV Regional III Masrukin mengatakan, inisatif penerapan prinsip berkelanjutan di PKS Tandun telah berlangsung selama satu dekade terakhir atau sejak 2012 silam.
Baca Juga: Dukung Atlet Muda, Pupuk Indonesia Perkuat Regenerasi di Cabang Angkat Besi
Ia menyebut, inisiatif tersebut tidak hanya bagian dalam upaya mewujudkan ekonomi sirkular, tetapi juga turut mendukung program nasional dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan mewujudkan net zero emission sesuai perjanjian Paris Agreement 2060.
Melalui instalasi pembangkit tenaga biogas tersebut, kebutuhan listrik untuk pabrik inti sawit atau palm kernel oil (PKO) yang berlokasi di sekitaran operasinal Kebun Tandun PTPN IV Regional III dapat terpenuhi.
"Tidak ada yang namanya limbah terbuang, karena itu sumber energi baru terbarukan bagi kami. Kami olah dan manfaatkan kembali untuk menghasilkan energi, yang kemudian digunakan dalam proses operasional pabrik,” imbuh Masrukin.
Baca Juga: ASDP All Out Dukung Danau Toba Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Aquabike dan F1 Powerboat
PTPN IV Regional III dikenal cukup konsisten dalam investasi hilirisasi energi baru terbarukan dengan memiliki total enam instalasi biogas baik yang dimanfaatkan sebagai co-firing maupun listrik.
Baru-baru ini, salah satu instalasi PTBg co-firing di Lubuk Dalam Kabupaten Siak berhasil meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).
Sertifikat yang berperan penting dalam memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional tersebut tercatat merupakan yang pertama diraih dalam industri sawit nasional.
Sertifikasi ini membuka peluang pendapatan baru dari penjualan kredit karbon sekaligus memperkuat citra perusahaan sebagai pelaku bisnis berkelanjutan.
Hingga saat ini, terdapat enam instalasi PTBg yang telah beroperasi di seluruh wilayah operasional PTPN IV Regional III, terdiri dari dua PTBg yang dimanfaatkan menjadi energi listrik, dan empat PTBg sebagai co-firing.***