rilis-bumn

Pertamina dan PLN Garap 19 Proyek Panas Bumi, Dorong Transisi Energi Nasional

Rabu, 6 Agustus 2025 | 06:30 WIB
Pertamina dan PLN kolaborasi garap 19 proyek panas bumi berkapasitas 530 MW, percepat transisi energi nasional dan dukung target net zero emission 2060. (Dok. Pertamina)

Tidak hanya MoU antara Pertamina dan PLN, turut ditandatangani juga Head of Agreements antara PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLNIP) mengenai kerja sama pengembangan panas bumi untuk pembangkit listrik.

Baca Juga: Panduan Menghindari Masalah Pencernaan Saat Wisata Kuliner di India

Selain itu, ada juga kesepakatan konsorsium antara PGE dan unit PLNIP di Ulubelu dan Lahendong untuk proyek Independent Power Producer (IPP) Project Cogen.

Proyek ini menjadi strategi cepat (quick-win) PGE dalam mencapai kapasitas 1GW dalam 2–3 tahun ke depan. Proyek tersebut akan difokuskan pada Ulubelu BU 30 MW dan Lahendong BU 15 MW.

Simon menambahkan, “Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, mencapai 24 Giga Watt (GW), sementara kapasitas terpasang saat ini baru mencapai sekitar 2,5 GW. Ini merupakan fondasi kuat untuk bertumbuh lebih agresif ke depan."

Baca Juga: Jalan Baru Kretek–Girijati Hampir Selesai, Waskita Karya Dukung Pengembangan Pariwisata Pesisir Selatan DIY

"Mari kita gunakan peluang emas ini untuk mempercepat pengembangan panas bumi sebagai energi bersih dan andal. Dengan sinergi, kita dapat menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam pemanfaatan energi geothermal dan ekonomi berkelanjutan.”

Kerja sama strategis antar perusahaan milik negara ini bertujuan mempercepat pemanfaatan potensi panas bumi dalam negeri.

Sinergi ini akan menggabungkan sumber daya, pengalaman, dan aset yang dimiliki, guna mendorong realisasi proyek pembangkit listrik berbasis geothermal.

Baca Juga: Agustus Seru di Karacak Valley, Canyoning Jadi Cara Baru Menikmati Alam Garut

Selain memperkuat ekosistem energi terbarukan dari hulu ke hilir, inisiatif ini juga diharapkan memberi dampak nyata pada pertumbuhan ekonomi baik skala daerah maupun nasional.

Acara penandatanganan MoU dilaksanakan pada Selasa, 5 Agustus 2025 di Gedung Wisma Danantara, Jakarta.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, serta disaksikan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani. Kegiatan ini difasilitasi oleh BPI Danantara melalui PT Danantara Asset Management (Persero). ***

 

 

Halaman:

Tags

Terkini