rilis-bumn

Brantas Abipraya Mengembangkan Sungai Wulan, Atasi Banjir dan Dukung Pertanian di Kudus, Demak, dan Jepara

Rabu, 6 Agustus 2025 | 13:30 WIB
Brantas Abipraya turut dalam pengerjaan proyek pengendalian banjir di Sungai Wulan, Jawa Tengah, yaitu proyek CWP – 3DJK Wulan River Improvement Works Package III. (DOK. Brantas Raya)

Kabar BUMN - Di antara proyek kerjanya, PT Brantas Abipraya (Persero) turut dalam pengerjaan proyek pengendalian banjir di Sungai Wulan, Jawa Tengah, yaitu proyek CWP – 3DJK Wulan River Improvement Works Package III.

Proyek ini langkah strategis untuk mengatasi banjir yang kerap melanda di wilayah Kudus, Demak dan Jepara.

“Adanya proyek ini pun nantinya berpotensi meningkatkan hasil panen padi dan palawija hingga 20-30%,” ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana.

Baca Juga: BULOG dan POLRI Tingkatkan Sinergi Nasional Demi Ketahanan Pangan Indonesia

Ditambahkan Dian, proyek pengembangan Sungai Wulan ini merupakan investasi jangka panjang dalam ketahanan pangan daerah, karena diyakini dengan pengelolaan air yang lebih baik, banjir dapat dikendalikan dan sektor pertanian pun semakin kuat.

Proyek Pengembangan Sungai Wulan ini mulai dikerjakan Agustus 2024 dan ditargetkan tuntas pada Agustus 2026, dengan tanggul sepanjang 1.300 meter di zona 1.

Pekerjaan dilakukan menggunakan metode segmentasi per 100 meter dan dirancang untuk diselesaikan dalam waktu sembilan bulan, termasuk tiga bulan musim hujan. Volume pekerjaan mencapai 116.570,83 m³ untuk galian kanan dan kiri sungai.

Baca Juga: Penguatan Infrastruktur Energi Lewat Sinergi Pertagas dan Krakatau Steel untuk Pipa BBM Cikampek – Plumpang

Untuk mengatasi banjir dilakukannya normalisasi alur sungai, pembangunan, dan penguatan tanggul serta sistem drainase, dan pemasangan pintu air serta kanal pengalihan air.

Sementara untuk mendukung pertanian, dilakukan perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi dari aliran Sungai Wulan, penyediaan air untuk pertanian secara merata, terutama saat musim kemarau, serta pencegahan gagal panen akibat banjir.

Adanya proyek ini juga merupakan upaya pelestarian lingkungan dengan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), penanaman pohon dan edukasi masyarakat sekitar sungai untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Festival Rakyat Mandalika Suka-Suka Siap Meriahkan The Mandalika dengan Musik Koplo dan Budaya Lokal

Sebagai bentuk inovasi pelaksanaan, Brantas Abipraya juga mengembangkan potensi pengalihan sebagian pekerjaan struktur menjadi pekerjaan tanah, sehingga lebih efisien waktu dan biaya dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan sesuai standar.

Dian menambahkan, proyek pengendalian banjir Sungai Wulan ini tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan banjir tahunan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata Brantas Abipraya dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini