rilis-bumn

PLN Bukukan Kenaikan Penjualan REC Capai 13,68 TWh pada Semester Pertama 2025

Kamis, 7 Agustus 2025 | 12:30 WIB
PLN catat kenaikan penjualan REC hingga 13,68 TWh di Semester I 2025, tunjukkan komitmen transisi energi dan dukung industri gunakan listrik hijau. (Dok. PLN)

Kabar BUMN – PT PLN (Persero) terus menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat transisi energi dan memperluas pemanfaatan listrik dari sumber energi baru terbarukan (EBT).

Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat layanan Green as a Service (GEAS) berupa Renewable Energy Certificate (REC), yang mencatat lonjakan penjualan hingga 13,68 Terawatt hour (TWh) per Juni 2025, naik 14% dibandingkan periode yang sama di 2024 (Year on Year/YoY).

REC merupakan produk inovatif dari PLN yang memberi kemudahan bagi pelanggan untuk memperoleh pengakuan atas penggunaan energi terbarukan dengan proses yang transparan, akuntabel, dan telah diakui secara global.

Baca Juga: Siap-siap Magang Seru di Jakarta! PT Berdikari Buka Lowongan untuk Posisi Subsidiary Management Intern

Setiap unit REC mewakili 1.000 kilowatt hour (kWh) dan dijual dengan harga hanya Rp35 ribu.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menekankan bahwa layanan REC menjadi salah satu solusi PLN untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan bisnis terhadap pasokan listrik ramah lingkungan yang andal dan ekonomis.

PLN hadir melalui layanan listrik hijau untuk mendukung sektor industri dalam memenuhi tuntutan pasar terhadap produk yang dihasilkan dari sumber energi bersih.

Baca Juga: Bio Farma Rayakan 135 Tahun Perjalanan Penuh Kontribusi untuk Bangsa

Permintaan global terhadap produk berkelanjutan menjadi faktor strategis dalam menjaga daya saing industri di tengah transisi energi.

“PLN berkomitmen meningkatkan daya saing industri dengan menyediakan layanan listrik hijau yang 100% dipasok oleh pembangkit EBT kami melalui REC."

"Kami siap melayani kebutuhan listrik hijau untuk sektor bisnis dan industri dengan proses yang mudah dan cepat,” ujar Darmawan.

Baca Juga: Tempat Makan Legendaris di Singkawang dengan Kualitas Hidangan Terbaik

Ia menambahkan, sejak peluncurannya pada 2020, penjualan REC menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Pada 2021 tercatat sebesar 308.610 Megawatt hour (MWh), melonjak menjadi 1.762.953 MWh pada 2022, lalu naik lebih dari dua kali lipat menjadi 3.543.638 MWh di 2023, serta mencapai 5.382.245 MWh pada 2024. Hingga semester pertama 2025, penjualan sudah menyentuh 2.689.117 MWh.

Halaman:

Tags

Terkini