Kabar BUMN — PT Hutama Karya (Persero) menggandeng sejumlah BUMN karya dan non-karya untuk menjalankan Program Konservasi Terumbu Karang di pesisir Bangsring, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Program ini bertujuan memulihkan ekosistem terumbu karang yang rusak, mendukung keberlanjutan laut, mengurangi emisi karbon, serta mendorong potensi ekowisata bahari di wilayah tersebut.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (7/8) ini melibatkan kolaborasi antara Hutama Karya, Adhi Karya, Waskita Karya, Brantas Abipraya, PT PP, Wijaya Karya, BNI, Peruri, dan Lembaga Manajemen Infaq (LMI).
Baca Juga: Hutama Karya Cetak Rekor Nasional, Selesaikan Proyek Tol 15,47 Km dalam 473 Hari
Sebanyak 2.500 bibit terumbu karang dari berbagai jenis seperti Acropora tenuis, Montipora foliosa, Montipora aequituberculata, dan Montipora danae ditanam di area seluas 200 meter persegi.
Perawatan dan pemantauan bibit akan dilakukan secara berkala oleh LMI selama satu tahun.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem laut.
“Kami percaya, pelestarian terumbu karang bukan hanya berdampak pada kelestarian laut, tetapi juga pada keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.
"Melalui program ini, kami ingin berkontribusi dalam menjaga habitat alami ikan karang, mengurangi dampak perubahan iklim melalui penyerapan karbon, dan mendorong potensi wisata bahari berkelanjutan di Bangsring,” ujar Adjib.
Acara ini turut dihadiri oleh VP Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Hutama Karya Agus Kosasih, sejumlah pimpinan BUMN Karya, Direktur LMI Guritno, Kepala Bidang Pesisir dan Pengawasan Dinas Kelautan & Perikanan Provinsi Jawa Timur Awalrush Andira, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi Suryono Bintang Samudra, Kepala BP3 Banyuwangi Moch. Muchlisin, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Pesona Bahari Abdul Aziz, serta perwakilan Forkopimda Kecamatan Wongsorejo.
Baca Juga: Siap Berkarier di BUMN? Magang di Hutama Karya sebagai Mind & Culture Intern Bisa Jadi Langkah Awal!
Pantai Bangsring dipilih sebagai lokasi konservasi karena sejarah panjang kerusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan destruktif yang berlangsung dari tahun 1990 hingga 2010.
Upaya pemulihan secara swadaya oleh kelompok nelayan lokal seperti Pokmaswas Bhakti Abadi Laut dan Pesona Bahari melalui transplantasi karang telah berhasil memperbaiki sebagian ekosistem.