Ia menekankan bahwa Pertamina Patra Niaga menjalankan program ini berdasarkan konsep Triple Bottom Line yaitu People, Planet, Profit.
Baca Juga: DAMRI Perkuat 6 UMKM Melalui Pelatihan dan Pendampingan untuk Dorong Kemandirian Ekonomi
“Bahan baku utama SAF, yaitu UCO berasal dari masyarakat. Karena itu, kami akan mengajak masyarakat berkontribusi mengumpulkan UCO untuk diolah menjadi SAF dan dapat dirasakan kebermanfaatan program ini secara luas untuk masyarakat," tuturnya.
Mars Ega melanjutkan bahwa kesiapan pemasaran SAF ini merupakan langkah konkret Pertamina Patra Niaga dalam mendukung dekarbonisasi di sektor penerbangan.
"Penggunaan SAF menjadi salah satu strategi penting untuk mencapai target Net Zero Emission 2060 sekaligus mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan memajukan ekonomi hijau,” jelasnya.
Baca Juga: Spot Alam di Purwakarta Ini Bakal Bikin Kamu Terpana, dan Ini Bukan Tentang Pantai!
Ke depannya, Mars Ega mengatakan Pertamina Patra Niaga akan terus mendukung dan berkolaborasi dengan Pertamina Group untuk memperluas peran aktif masyarakat dalam ekosistem SAF di seluruh Indonesia.
Dengan langkah ini, Pertamina Patra Niaga menjadi Pemasar & Pengelola (Trader with Storage) SAF pertama di Asia Tenggara yang telah tersertifikasi ISCC CORSIA, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam upaya transformasi menuju energi bersih dan berkelanjutan. ***